Redaksi dan Pemasaran Telp (0812)70197866,| Email: paruliankepri@yahoo.com
» » » » Kabupaten Asahan Miliki 27 Kampung KB, 2018 Usulkan 6 Kampung KB di Desa Sangat Tertinggal



ASAHAN, Infokepri.com - Guna meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat melalui program KKBPK (Kependudukkan Keluarga Berencana & Pembangunan Keluarga )  yang terintegrasi dengan sektor pembangunan. Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak ( P2KBP3A) untuk tahun 2018 mengusulkan 6 (enam) Kampung KB desa sangat tertinggal.

 “ Dinas P2KBP3A menargetkan agar di tahun 2018 ini, mengusulkan 6 kampung KB,” kata Kepala Dinas P2KBP3A,  Drs Muhili Lubis melalui Seketarisnya Darma Ginting SE ketika berbincang dengan Infokepri.com diruang kerjanya, Kamis 26 April 2018.

Ia mengatakan, Saat ini Kabupaten Asahan telah memiliki 1 Kampung Keluarga Berencana Pencanangan Percontohan,1 Kampung KB Binaan JHU (Johns Hopkins University) dan 25 Kampung KB yang tersebar di 25 Kecamatan. Dan untuk tahun 2018 ini, kita akan usulkan kembali 6 Kampung KB desa sangat tertinggal, ”ujar Darma Ginting.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini kita telah memiliki 27 Kampung KB dan tahun ini akan bertambah 6 Kampung KB lagi. Adapun sasaran langsung Kampung KB adalah keluarga, pasangan usia subur, masyarakat, balita, remaja dan lansia .

6 Kampung KB desa sangat tertinggal yang akan diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas P2KBP3A pada tahun 2018  ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yaitu : 
  1. Desa Gajah Sakti yang berada di Kecamatan Bandar Pulau,
  2. Desa Tomuan Holbung Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.
  3. Desa Sidomulyo Kecamatan Tinggi Raja.
  4. Desa Karya Ambalutu Kecamatan Buntu Pane.
  5. Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat.
  6. Desa Sei Tempurung Kecamatan Sei Kepayang Timur.
Selanjutnya Darma menambahkan agar tercapai program pembangunan Kampung KB,Ia berharap peran penyuluh KKBPK (PKB dan PLKB) agar dapat bertugas secara maksimal dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama di Kampung KB .

 Namun, Ia mengatakan bahwa saat ini tenaga penyuluh yang ada hanya 19 orang tenaga penyuluh PKB dan PLKB untuk bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di 204 Desa/Kelurahan.

Jumlah tenaga penyuluh tersebut menurut Darma sangat minim sekali,sedangkan idealnya berdasarkan Standart Pelayanan Minimal (SPM) 1 orang tenaga penyuluh PKB & PLKB  memberikan pelayanan untuk 2 Desa saja .

“Ini merupakan salah satu kendala untuk memberikan pelayanan secara maksimal belum dapat tercapai seperti yang kita harapkan,namun demikian kita tetap bekerja secara keras agar sasaran dan tujuan 8 (delapan) fungsi keluarga bisa tercapai  guna mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Asahan yang Religius,Sehat,Cerdas dan Mandiri, ”terang Darma .

Darma menjelaskan, 8 fungsi keluarga sebagai acuan kita agar terwujud generasi emas atau keluarga yang berkuantitas dan berkualitas sesuai program BKKBN (Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional) meliputi 1. Fungsi Agama, 2. Fungsi Sosial Budaya, 3 Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, 4. Fungsi Perlindungan, 5. Fungsi Reproduksi, 6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan,7. Fungsi Ekonomi dan 8. Fungsi Lingkungan .

Bukan hanya sampai disitu, ia berharap agar terwujud percepatan pembangunan, kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan di Kampung KB yang berada di desa sangat tertinggal di Kabupaten Asahan. Ia berharap peran aktif dan andil lintas sektoral  yaitu OPD,Camat dan para Kepala Desa agar dapat membantu dan mewujudkan program pembangunan di Kampung KB dengan memberikan konstribusi pembangunan, "tambahnya .

(GUS)

About Redaksi News

Info Kepri Memberitakan Dengan Akurat dan Terpercaya.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Terima kasih atas Kunjungan Anda