Redaksi dan Pemasaran Telp (0812)70197866,| Email: paruliankepri@yahoo.com
» » » » Gelar RDP, Pengusaha Inginkan Batam Tetap FTZ, Pemko Batam Inginkan Batam Ditransformasi Menjadi KEK



BATAM, Infokepri.com
  – Para pengusaha di Kota Batam tidak setuju jika status Batam dari Free Trade Zone (FTZ) beralih menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Perubahan tersebut dinilai mereka sebagai langkah mundur lantaran sebelum FTZ  seperti saat ini status Batam adalah Special Zone atau Enclave sebuah kawasan yang khusus menyerupai KEK seperti rencana ke depan menjadikan status Batam menjadi KEK.

“ Menurut saya status Batam menjadi KEK tidak tepat lantaran tahun 2004 yang lalu sudah diterapkan sebelum diganti menjadi FTZ.  Hal ini sudah saya sampaikan kepada Menko Perekonomian, Darmin Nasution  bahwa KEK tidak tepat. Perjuangan kita dengan FTZ bukan untuk kepentingan tertentu, tetapi untuk kepentingan Batam, agar bisa bersaing," kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajaguguk saat menghadiri Rapat  Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Pimpinan DPRD Kota Batam, pada  Selasa 22  Mei 2018.

RDP yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto SH.MH ini dihadiri oleh Pengusaha, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan sejumlah pejabat  Pemkot  Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

RDP ini digelar untuk membahas status Batam apakah akan tetap berstatus FTZ  atau beralih ke KEK.

Jadi Rajagukguk juga menjelaskan bahwa proses transformasi Batam dari FTZ ke KEK sudah berjalan sejak 2016 lalu. Meskipun belum memperlihatkan gerak dari proses transformasi ini, perubahan status Batam dinilai akan membawa pengaruh baik untuk ekonomi Batam.

Hal senada juga disuarakan oleh pengusaha lainnya yang hadir dalam RDP ini, Intinya  pengusaha meminta pemerintah tetap mempertahankan FTZ dengan menambah fasilitas untuk mengimbangi kemajuan dan perubahan dunia internasional.

Para pengusaha  mengakui selama  kurang lebih 11 tahun berjalan status FTZ belum membawa perubahan signifikan pada peningkatan perekonomian di Kota Batam, sebaliknya justru yang terjadi adalah perlambatan dalam beberapa tahun sebelumnya.

Di tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Batam berada angka 7,1 persen, berikutnya terus memgalami penurunan, hingga akhirnya pada tahun 2016 hanya mencapai angka pertumbuhan terendah sebesar 2,1 persen. Meskipun pada 2017 mengalami peningkatan menjadi 2,7 persen, namun angka ini dinilai belum membantu.

Sementara itu, Wakil  Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa sejak FTZ tren   pertumbuhan ekonomi menukik ke bawah. FTZ tidak membawa manfaat sehingga perlu dikaji ulang.

“Kita harus memberi makna memberi daya saing Batam," kata Amsakar Achmad.

(AP)

About Redaksi News

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Terima kasih atas Kunjungan Anda