» » » » PT Eco Sea Indonesia Miliki Blachole, Alat Pengurai Sampah Ramah Lingkungan


BATAM, Infokepri.com -
  PT Eco Sea Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dalam mengurai sampah dan limbah, menciptakan alat pengurai sampah yang diberi nama Blackhole. Alat ini mempu mengurangi permasalahan kebersihan yang ada di Kota Batam.

Direktur Operasional PT Eco Sea Indonesia, Ricky Pratama saat ditemui sejumlah awak media, Sabtu 5 Mei 2018 mengatakan, Blackhole adalah solusi yang sangat efisien dan layak secara komersial, ramah lingkungan serta solusi permanen dalam hal pengelolaan limbah non organik.

“Banyak hal positif yang bisa dicapai dalam penggunaan mesin ini. Di antaranya biaya dan perawatannya sangat minim, bisa didesentralisasikan, mudah dipindahkan,” kata Ricky Pratama.

Ia menyebutkan Blackhole ini dapat bertahan minimal 25 tahun, bisa dioperasikan dalam ruang yang sedikit dan terpenting adalah nol emisi jika dibandingkan metode insinerasi saat ini.

"Alat pengurai sampah ini telah digunakan di 135 negara di dunia, dan telah melalui proses verifikasi yang cukup ketat," pungkasnya

Alat yang difungsikan dengan hemat dari segi bahan bakar, merupakan revolusi dalam pengelolaan limbah dan telah dipatenkan di Amerika Serikat. Serta telah digunakan di ratusan negara.

Dengan adanya inovasi tersebut, sebuah alat dalam pengolahan limbah sampah non organik (media Blackhole), menarik perhatian sejumlah investor yang ada di Kota Batam. Salah satu di antaranya adalah PT Dwi Damar Tirta.

Direktur Utama PT Dwi Damar Tirta, Gufron Wiguna mengatakan alat ini baginya merupakan alat yang mustahil, karena luar biasa sekali, sehingga akal pikirannya belum terima.

"Melihat mesin (Blackhole.red) yang tidak menimbulkan polusi, hasil pembakarannya sempurna serta tidak menggunakan bahan bakar, maka pastinya akan menjadi solusi untuk permasalahan limbah dimana - mana," jelasnya.

Direktur Utama PT Dwi Damar Tirta,Gufron Wiguna mengaku cukup antusias akan kecanggihan alat yang ditawarkan oleh PT Eco Sea Indonesia ini.

Ia menyebutkan PT Dwi Damar Tirta telah bekerja sama dengan PT Eco Sea Indonesia dan penandatangan kerjasama sewa menyewa satu unit mesin Blackhole oleh kedua perusahaan dilakukan di lantai 7 Graha Pena, Batam Centre, Batam pada Rabu 2 Mei 2018 lalu.

Berdasarkan data tahun 2016 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sampah pada tahun 2020 di 384 kota di Indonesia diprediksi akan mencapai 80.235,87 ton per hari. Sementara untuk Batam sendiri, diperkirakan ada 1.000 ton sampah perhari.

Ricky Pratama menambahkan, Alat ini, sangat cocok digunakan untuk di sejumlah instansi atau perusahaan. Seperti rumah sakit, hotel, apartement, kawasan industri, kawasan pariwisata, perumahan hingga perusahaan.

Untuk kapasitas produksinya pun sangat bervariasi. Mulai dari 1 ton, 5 ton hingga 1000 ton dalam seharinya.

Heat yang dihasilkan dari mesin blackhole dari proses pengolahan limbah dapat digunakan sebagai sumber energi listrik, ini adalah salah satu keunggulan dari mesin blackhole.

Proses ini biasanya dikenal dengan Waste-to-Energy (WtE) atau Energy-from-Waste (EfW). "Alat ini sangat cocok digunakan di Batam maupun Kepri," pungkasnya.

(AP)

About Redaksi News

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Terima kasih atas Kunjungan Anda