» » » » » » Melerai Teman Berkelahi, Warga Tapian Nauli Tewas Di Tikam OTK


ASAHAN, Infokepri.com
– Gara-gara melerai temannya yang sedang berkelahi Ardim Simajuntak (25) tewas terkapar di tengah jalan di Desa Seikamah 1, Dusun 3 Bambu Kuning, Kecamatan Seidadap, Kabupaten Asahan, pada Minggu malam 9 Juli 2018. Korban menderita luka serius dibagian pinggul sebelah kirinya dan sempat dievakuasi warga ke Rumah Sakit Ivan Husada Seikamah 2 namun di tengah perjalanan ia menghembuskan napas terakhirnya disinyalir lantaran kehabisan darah.

Uden salah seorang warga menyebutkan korban ditemukan warga bersimbah darah di tengah jalan lantaran ditikam oleh orang yang tak dikenal saat melerai temannya yang sedang  berkelahi.

“ Saya kurang tahu bang, tapi dari informasi yang saya dengar dari warga korban saat itu baru pulang dari tempat hiburan malam nonton Keybord saat hendak mau pulang ia melihat temannya sedang berkelahi dengan orang yang tidak dikenal kemudian korban melerainya dan tiba-tiba saja korban ditikam dibagian pinggul sebelah kirinya,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, korban ditemukan warga tergeletak bersimbah darah terkulai lemas di tengah jalan dengan luka di pinggul sebelah kiri dan korban langsung di larikan ke Rumah Sakit Ivan Husada Seikamah 2.

Hal senada dikatakan keluarga korban, Marida Simatupang mengatakan korban saat itu ingin menolong temannya yang sedang berkelahi dengan orang yang tidak dikenal namun naas dirinya justru jadi sasaran .

"Korban itu sebenarnya mau pulang kerumah setelah menonton keybord namun saat baru naik sepeda motornya, korban melihat temannya sedang berkelahi dan melerainya tiba-tiba orang tidak dikenal langsung menghujamkan sejata tajam di badan belakang korban, "kata Marida menirukan ucapan teman seperjalanan korban .

Ia menyebutkan diduga korban menghembuskan nafas terakhir akibat kehabisan darah dari luka tusukan senjata tajam di pinggul sebelah kiri korban.

Di rumah korban di desa Tapian Nauli, Dusun VI, Desa Seilama, Kecamatan Simpang Empat, Asahan  ibu korban dan sanak saudaranya tak kuasa menahan isak tangisnya melihat korban sudah tidak bernyawa lagi. Bahkan ibu korban seakan tidak percaya bahwa putra bungsunya itu sudah pergi untuk selamanya lantaran baru beberapa jam yang lalu korban permisi samanya untuk menonton keybord

(GUS)

About Redaksi News

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Terima kasih atas Kunjungan Anda