Kenali 2 Ciri Hidden Carrier Virus Corona, Sayangi Keluarga dan Orang Tercinta - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Kenali 2 Ciri Hidden Carrier Virus Corona, Sayangi Keluarga dan Orang Tercinta

Jakarta, Covid-19, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, CDC,
Share it:
Fhoto : istimewa

JAKARTA, DETRI Warmanto, pesinetron yang juga menantu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengakui dirinya positif terkena virus Corona setelah dites pada 15 Maret 2020 lalu.
 
Padahal, sepulang umroh beberapa hari sebelum rapid test, ia tak mengalami demam, batuk, dan flu seperti gejala orang positif Corona lainnya. 

Kondisi yang dialami Detri kini mulai banyak ditemui. Mengejutkan tiba-tiba seseorang dengan performa badan bugar didiagnosa terkena Corona. 

Ya, sangat dimungkinkan manusia menjadi hidden carrier (pembawa) virus Corona dalam tubuh. Lantaran virus ini bisa masuk ke tubuh dalam ukuran milimiķro dan semuanya tergantung pada imunitas tubuh masing-masing individu. Kemampuan imun tubuh bakal diuji untuk berhasil mengalahkannya dalam masa inkubasi 14 hari. 

Penyebaran virus dari pengidap tanpa gejala inilah memerlukan tanggung jawab di level individu. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) pun merilis terdapat satu cara mudah mengenali gejala dalam tubuh yang terpapar virus Corona.

"Transmisi virus terbesar kini terjadi dalam kasus tanpa gejala. Temuan kami memerlihatkan 30 persen suspect Covid-19 mengalami kesulitan di indera penciumannya dan indera perasa," jelas penasehat CDC Dr. William Schaffner. 

Sebagai pengidap dan carrier virus Corona, imunitas seseorang mungkin kuat. Tapi tidak bagi orang lain, terutama mereka yang berusia lanjut dan memiliki penyakit katastropik, seperti jantung koroner, gagal ginjal hingga diabetes. 

Tanggung jawab hidden carrier-lah yang kini diuji dengan menahan diri. Sebisa mungkin menghindari atau membatasi pertemuan dengan orang-orang berisiko tinggi tersebut, misalnya bertemu orang tua. Kedekatan jarak berisiko menulari mereka karena rasio kematian mereka akan tinggi.

Imbauan untuk menerapkan praktik cuci tangan pakai sabun dan memelihara kesehatan adalah cara paling efektif untuk mempertanggungjawabkan kondisi seorang hidden carrier. Begitupun kerelaan untuk mengarantina diri. Membatasi pergi ke tempat publik dimana berpotensi akan menyentuh banyak benda yang juga disentuh orang lain. 

Pertanggungjawaban seorang hidden carrier tentunya dilandasi kesadaran bahwa manusia hidup di antara berbagai virus dan bakteri yang ada di sekitar. Diperkirakan ada 800 juta virus yang hidup per meter perseginya, terutama di udara bebas.

Bersyukur manusia masih bisa tetap hidup dan sehat karena imunitas tubuh selalu bekerja melawan virus. Makin seseorang menjaga kesehatan tubuhnya lewat pola hidup dan pola makan, makin kuat juga imun tubuhnya. Itulah sebabnya penderita HIV/AIDS meninggal hanya karena terkena flu saat imunitas mereka lemah.

Seperti yang dicontohkan menantu Tjahjo Kumolo tadi, Detri bertanggung jawab atas kondisinya. Di akun Instagramnya @detriwarmanto, ia melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan dokter. 

Ia tak hanya mengisolasi diri, tapi juga memelihara kesehatan diri, rileks melakukan kegiatan, mencuci tangan tiap satu jam, makan dengan alat makan, dan tidak menemui orang tua, anak serta istrinya yang tengah hamil. Setelah 14 hari, Detri dites kembali dan dinyatakan negatif virus Corona.
Disiplin dan tanggung jawab pada diri serta orang-orang sekitarlah yang menjadi kunci pemutus rantai penyebaran virus Corona. Sadarlah warga +62!
 
(Okezone.com)

Share it:

Jakarta

Post A Comment: