Lelang Barang Koruptor, Laku Diatas Harga Limit - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Lelang Barang Koruptor, Laku Diatas Harga Limit

Sejumlah barang mewah rampasan negara dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Share it:
Tanda Peserta Lelang
JAKARTA, Infokepri.com - Sejumlah barang mewah rampasan negara dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta. Sabtu, (04/04/2020)

Barang mewah tersebut berasal dari perkara atas nama Sri Wahyumi Maria Manalip, berupa  Tas wanita merek Channel, jam tangan mewah merek Rolex Geneva serta Cincin Emas bermata berlian.

Barang mewah tersebut berhasil dilelang diatas harga limit, seperti tas Channel yang laku dilelang seharga Rp. 52.883.000,- dari harga limit Rp.50.883.000,-. Selain itu Jam tangan merek Rolex Geneva laku lelang dengan harga Rp. 100.765.000,-

Jaksa eksekusi KPK Josep Wisnu Sigit menyebutkan bahwa tas Channel merupakan barang yang paling diminati dalam lelang tersebut. “Tas Channel peminatnya paling banyak, ada 4 orang yang mengajukan penawaran harga,” ungkapnya.

Lelang barang rampasan tersebut dilakukan berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 92/Pid.Sus-TPK/2019/JKT.PST tanggal 9 Desember 2019 atas nama Sri Wahyumi Maria Manalip.

Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor: 56/Pid.Sus-TPK/2019/PN. Tipikor.Smg tanggal 9 Oktober 2019 atas nama Sudirno.

Sebelumnya, pada April 2019 silam. KPK menyita sederet barang-barang mewah dari kegiatan tangkap tangan yang dilakukan di 3 kota, yaitu di Jakarta, Manado dan Kepulaun Talaud - Manado.

Barang-barang tersebut terdiri dari tas merek Channel, tas Balenciaga, jam tangan Rolex serta beberapa perhiasan yang harga taksirannya mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip pada saat itu ditetapkan sebagai tersangka bersama 2 orang lainnya. Berselang 5 bulan, tepatnya pada oktober 2019, kasus ini telah berkekuatan hukum tetap (inkraht).

Mantan Bupati Talaud tersebut telah dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara, ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Setelah dinilai bersalah menerima barang-barang mewah tersebut, sebagai commitment fee dari kontraktor yang mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Sementara 2 orang lainnya, sudah lebih dulu divonis bersalah dalam kasus ini. (AP)
Share it:

Jakarta

Post A Comment: