Bangkitkan Ekonomi, Tidak Boleh Larut dengan Kondisi Pandemi Covid-19 - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Bangkitkan Ekonomi, Tidak Boleh Larut dengan Kondisi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan gejolak dibidang perekonomian Indonesia, termasuk Natuna. Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan ekonomi, terutama yang terdampak kebijakan pembatasan sosial demi mencegah penyebaran virus tersebut.
Share it:
Video Confrensi
NATUNA, infokepri.com – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan gejolak dibidang perekonomian Indonesia, termasuk Natuna. Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan ekonomi, terutama yang terdampak kebijakan pembatasan sosial demi mencegah penyebaran virus tersebut. Sabtu, (30/05/2020)

Ketua KADIN Kabupaten Natuna, Zaharrudin mengatakan bahwa di tengah kondisi seperti ini, ada saja peluang yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan, bahkan berkembang. Untuk itu, diperlukan kepekaan untuk mencari alternatif agar tetap berpenghasilan selama pandemi.

“Kita tidak boleh larut dengan kondisi seperti ini, kita harus peka, harus jeli. Terus cari alternatif peluang usaha apa yang bisa membuat kita tetap berpenghasilan” ujarnyadalam Vidcon Kopi Pagi edisi (29/5).

Mengenai UMKM di Natuna, Zaharrudin mengungkapkan bahwa sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa New Normal, pihak nya terlebih dahulu sudah mulai mempersiapkan hal tersebut.

“Kami selalu berkoordinasi dengan KADIN Provinsi maupun KADIN Indonesia untuk selalu memantau dunia usaha terlebih selama pandemi ini. Alhamdulillah untuk UMKM sendiri kita sudah bergerak seperti istilah new normal pelan-pelan” katanya.

Lebih lanjut Zaharrudin menghimbau agar masyarakat tetap bekerja sesuai kapasitasnya. “Kami menghimbau agar petani tetap bertani, nelayan tetap mencari ikan. Bahkan sekarang petani bisa menjadi nelayan, nelayan bisa menjadi petani. Ya minimal untuk mencukupi kebutuhan keluarga, lebih luas lagi untuk kebutuhan masyarakat luas," terangnya.

Demikan yang dirasakan Halim selaku pengusaha tempat makan (cafe HDS). Ia mengaku omset nya ketika pandemi turun drastis. Tidak hanya itu, ia pun sempat merumahkan 5 dari 9 karyawan cafe nya.

“Semenjak pandemi, kita sempat melayani pelanggan secara online saja. Tidak menerima makan ditempat. Pemasukan merosot sekali. Dampak nya juga dikaryawan, dari 9 orang menjadi 4 orang saja yang dipekerjakan," katanya.

Namun, Halim merasa lega dengan adanya kelonggaran baru yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat ini kafenya sudah melayani pelanggan seperti biasa lagi, karyawan sudah bekerja kembali.

“Tapi kami saat ini melayani pembeli tetap mengikuti intrusksi pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan. Menggunakan masker, tetap menghimbau pelanggan untuk menjaga jarak, hanya 4 orang dalam satu meja. Dan sebisa mungkin untuk bungkus dan dibawa pulang saja. ” pungkasnya.

Terkait hal diatas, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Natuna, Joni Puas juga turut mengimbau masyarakat untuk bangkit bersemangat mencari peluang apa yang bisa diusahakan dalam menormalkan kembali kondisi keungan.

“Sudah seharusnya kita bangkit. Semangat bekerja sesuai kapasitas masing-masing. Apabila semangat kita lemah, maka itu akan berdampak pada kesehatan juga. Karena semuanya butuh biaya,” tutup Joni mengakhiri. (MC/AP)

Share it:

Infokepri

Natuna

Post A Comment: