PPDB TA 2020/2021 Dilakukan Secara Online dan Pos Pelayanan Disekolah Tidak Dibuka - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

PPDB TA 2020/2021 Dilakukan Secara Online dan Pos Pelayanan Disekolah Tidak Dibuka

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2020/2021 di kota Batam untuk tingkat TK,SD dan SMP dilakukan dengan system online, mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Share it:

BATAM, Infokepri.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2020/2021 di kota Batam untuk tingkat TK,SD dan SMP dilakukan dengan system online dan tidak membuka pos pelayanan di sekolah untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“ Penerimaan siswa baru tahun ini dilakukan system online dan pos pelayanan di sekolah tidak dibuka, jadi tidak seperti tahun yang lalu selain dilakukan dengan cara online pos pelayanan di sekolah juga dibuka,” kata Hendri Arulan usai mengikuti rapat dengan seluruh Kepala Sekolah se kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kamis (28/5/2020).

Hendri Arulan optimis jaringan tidak akan terganggu saat siswa mendaftar dengan cara online, dalam system penerimaan itu akan dibatasi jumlah pendaftar, contohnya disatu waktu bersamaan system dibuat hanya menerima 1.000 orang pendaftar,  jika lebih dari 1.000 maka si pendaftar lain tidak akan bisa mendaftar sampai salah satu dari 1.000 orang pendaftar itu selesai mendaftar maka system akan menerima pendaftar baru yang lainnya.

“ Saya sarankan jika orang tua murid kurang paham untuk mendaftar supaya banyak belajar dari teman atau tetangganya sebab waktu PPDB ini cukup panjang mulai dari tanggal 10 Juni hingga 26 Juni 2020,” katanya.

Ia menyebutkan penerimaan PPDB tahun ini masih menggunakan system zonasi, persentasi penerimaannya 50 % untuk zonasi, 15% untuk apirmasi (orang tua yang tidak mampu), 5 % untuk orang tua yang pindah, dan 30% untuk siswa yang berprestasi.

Hendri Arulan menyebutkan mengenai jumlah kapasitas daya tampung baik untuk SD dan SMP disesuaikan dengan kapasitas sekolah dengan ketentuan jumlah siswa per kelas sebanyak 36 orang siswa.

“ Untuk setiap kelas jumlah siswanya sebanyak 36 orang kecuali jika nanti Walikota Batam menyetujui jumlah siswa per kelasnya ditambahi menjadi 40 orang,” katanya.

Hendri Arulan menyebutkan mengenai jumlah kapasitas yang akan diterima di SD dan SMP negeri tidak ada pengaruhnya dengan mewabahnya Covid-19, sebab semua anak harus sekolah.

Mengenai system belajar mengajar di sekolah, Hendri Arulan menyebutkan akan merapatkannya dengan Kepala Sekolah dan guru apakah dilakukan dengan system shift  yang jelas kemungkinan besar sekolah akan masuk pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang.

Sebelum sekolah masuk, katanya, seluruh sekolah akan dipersiapkan sarana dan prasarana sesuai protocol kesehatan seperti : menyiapkan tempat untuk cuci tangan, handsanitizer dan lainnya. (Pay)
Share it:

Batam

Post A Comment: