PPDB Online, Menjadi Keresahan dan Kecemasan Orang Tua di Batam - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

PPDB Online, Menjadi Keresahan dan Kecemasan Orang Tua di Batam

Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Pendidikan meminta untuk ajaran tahun ini, pendaftaran melalaui sistem online dangan menyiadakan suatu server, hal ini untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19.
Share it:
Pic by Dinas Pendidikan
BATAM, infokepri.com - Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Pendidikan meminta untuk ajaran tahun ini, pendaftaran melalaui sistem online dangan menyiadakan suatu server, hal ini untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19. Senin, (15/06/2020)

Namun, begitu Ketua DPD Kepri LSM-Gerakan Berantas Korupsi (LSM-Gebuki), Thomas. A.E menyampaikan hasil dari pengamatannya mulai dari kecamatan dan kulurahan di beberapa wilayah di Kota Batam, serta media sosial. Wali murid sangat resah, gelisah, cemas dan khwatir anak-anak mereka tidak bisa di terima di sekolah.

Karena kecil kemungkinan terdaftar di aplikasi yang disediakan pemerintah, beberapa kali mengalami gangguan, susah diakses, dan kalau bisa diakses pun susah diikuti/digunakan, bahkan lebih sering tidak bisa diakses aplikasinya.

Sering kali aplikaksi ini jebol/eror dan ini bukan penerimaan pertama kalinya  murid baru, beberapa tahun sebelumnya pemerintah menggunakan server seperti ini, dan tetap selalu ada saja kendala-kendala timbul dalam penerimaan murid baru.

"Sampai saat ini banyak orang tua murid cemas, khawatir  kalau-kalau anak-anak mereka tidak bisa diterima sebagai peserta didik tahun ini. Harusnya pemerintah dapat memetik pengalaman berharga dari kejadian  beberapa tahun sebelumnya," terangnya.

Hingga saat ini, ia mengungkapkan setiap penerimaan murid baru, selalu runyam dan kisruh, dan belum pernah melihat orang tua aman dan nyaman ketika tiba saatnya datang tahun ajaran baru.Situasi ini, mencerminkan sangat buruk dan abduradulnya kinerja Dinas Pendidikan Kota Batam.

Biarpun terdapat Pos pengaduan, namun tidak semua masyarakat yang sudi datang kesana karena keterbatasan waktu. Selain itu, sambungnya pengaduan melalui aplikasi WA di setiap sekolah dipandang tidak signifikan dan tidak efekti.

Sulitnya mendaftarkan anak melalui aplikasi yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Pendidikan kota Batam, menjadi momok atau hantu yang sangat menakutkan bagi hampir semua orang tua. Jangan terjadi hal yang sama lagi.

Seharusnya, sistem tahun ini lebih matang dan lebih baik, sehingga tidak membuat orang tua merasa khawatir dan cemas. karena kekhawatiran dan kecemasan lebih banyak terjadi tahun ini dari pada tahun sebelumnya.

Situasi ini, lanjutnya bisa menjadi kesempatan  bagi oknum Sekolah, dan atau  oknum - oknum dari Dinas terkait untuk melalukan pungutan liar karena keterdesakan orang tua murid anaknya harus bersekolah.

"Selain itu, bisa saja terjadi main mata antara panitia dan wali murid menawarkan jasa baik bahwa anak mereka  dapat terdafftar dengan cara tertentu diluar prosedur, atau cara yang tidak normatif," katanya.

"Saran kami kalau bisa, dikembalikan ke pendaftaran manual dengan tidak mengabaikan  protokoler kesehatan, karena waktu terus bergulir, sementara kecemasan orang tua semakin memuncak dalam hal ini." Pungkasnya. (AP)
Share it:

Batam

Post A Comment: