Setelah Melihat Batik Batam dan Pulau Putri, Ini Kata Menparekraf RI - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Setelah Melihat Batik Batam dan Pulau Putri, Ini Kata Menparekraf RI

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahudin Uno dalam kunjungan kerjanya, menyempatkan diri.
Share it:
Setelah Melihat Batik Batam dan Pulau Putri, Ini Kata Menparekraf RI
Menlparekraf RI Melihat Batik Batam
BATAM, Infokepri.com -
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahudin Uno dalam kunjungan kerjanya, menyempatkan diri mengenal kerajinan batik khas melayu, dan salah satu destinasi parawisata alam, di kota Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
 
Pada kesempatan itu, pihaknya memberikan apresiasi atas peran dan komitmen Dekranasda Kota Batam yang selama ini mengakomodir serta melakukan pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
 
Pihaknya yakin dengan produk yang dihasilkan pengrajin lokal, bisa masuk pasar ekspor. Dan akan mendukung penuh pengembangan Batik Batam tersebut. Karena Kemenparekraf, tengah menyiapkan program beli kreatif lokal.
 
Mudah-mudahan program Kemenparekraf, bisa menjadi tempat untuk pengembangan pengrajin tempatan. "Batik Batam sangat nyaman dipakai dan sangat layak kita kemas sebagai batik unggulan," terangnya berkesempatan mengenakan batik Batam dengan motif Sirih Junjung warna biru muda, (22/1).
 
Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf RI, didampingi oleh Ketua Dekranasda Batam dan WaliKota Batam, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah kota (Pemko) Batam.
 
Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi menjelaskankan bahwa saat ini di Kota Batam ada sekitar 20 pengrajin Batik Batam. Kemudian ada 16 hasil karya yang sudah memiliki hak intelektual.
 
Tidak hanya Batik Batam, ada pengrajin tenun, songket dan lainnya. Salah satu lokasiya ada di Pulau Ngenang, Nongsa-Batam. Dimana pihaknya, saat ini tengah melakukan pembinaan kepada penduduk setempat untuk membuat home stay.
 
Sehingga para wisatawan yang datang nantinya bisa menginap di home stay yang dikelola langsung oleh masyarakat. "Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami. Karena salah satu kendala kami adalah keterbatasan pendanaan dan promosi," ungkapnya.
 
Bincang Santai Menparekraf RI dan Walikota Batam di Pantai Nongsa - Batam
Selanjutnya, Menparekraf RI bersama rombongan, melihat langsung pulau Putri, dari kejahuan di Palm Spring, Nongsa-Batam. Sebuah pulau yang dikembangkan Pemko Batam berbasis pariwisata alam.
 
Dalam kesempatan itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi menerangkan pengembangan pulau yang letaknya di perairan Nongsa dan hanya berjarak sekitar satu kilometer dari sini.
 
"Pulau Putri ini, berhadapan dengan Pantai Nongsa ini. Pariwisatanya akan dikembangkan berstandar internasional. Selain Pulau Putri, di depannya yakni Pulau Nongsa, dikembangkan menjadi kawasan publik," terangnya.
 
Pemko Batam memang tengah fokus mengembangkan pariwisata, tentu tanpa menanggalkan sektor yang sudah ada. Tidak hanya mempersiapkan infrastruktur (aksesibilitas), Pemko Batam juga menambah destinasi. Selain membawa manfaat bagi pariwisata Batam secara umum, juga akan memberi manfaat secara ekonomi bagi warga setempat.
 
Mencermati penjelasan Walikota Batam, Menparekraf RI, Sandiaga Uno memastikan mendukung 100 persen pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam.
 
"Yang kami tunjuk ini adalah Pulau Putri, pulau terluar Indonesia di Batam, berbatasan dengan Johor-Malaysia. Jadi Walikota mempersiapkan destinasi untuk publik berbasis pariwisata alam, menarik wisatawan lokal dan mancanegara," tutupnya. (AP)
Share it:

Batam

Nasional

Post A Comment: