Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna Gelar Pertemuan 1000 HPK Kepada Ibu dan Keluarga di Kelurahan Ranai - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna Gelar Pertemuan 1000 HPK Kepada Ibu dan Keluarga di Kelurahan Ranai

Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna Gelar Pertemuan 1000 HPK Kepada Ibu dan Keluarga di Kelurahan Ranai
Share it:

Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna Gelar Pertemuan 1000 HPK Kepada Ibu dan Keluarga di Kelurahan Ranai


NATUNA, Infokepri.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Natuna, mengadakan pertemuan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Ibu dan Keluarga  di Kelurahan Ranai, Rabu (10/02/2021).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas P3AP2KB Natuna Dr Rika Azmi, Plt Camat Bunguran Timur Hamid Hasnan, Lurah Ranai Kota Syuparman, dr Monika dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Natuna, sebagai fasilitator kegiatan ini sekaligus memberikan materi tentang Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Penguatan Nilai Keluarga dalam Pencegahan Stunting.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3AP2KB Dr. Rika Azmi menyampaikan, bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pola pengasuhan mulai dari masa  hamil selama 9 bulan 10 hari (270 Hari). Setelah bayi lahir hingga berumur 2 tahun (730 hari) peran suami/keluarga  juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak. 

Dikatakannya, sasaran utama kegiatan ini  adalah pada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak dibawah usia dua tahun, dengan tujuan agar ibu dan keluarga bisa memperhatikan kebutuhan gizi, kondisi lingkungan, kebersihan dan kesehatan pada masa kehamilan.

Beliau juga menyampaikan bahwa stunting  berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas, kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi yang dapat berdampak kepada ekonomi keluarga.

Lanjut Rika Azmi, pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan golden periode atau periode emas karena apabila terjadi kesalahan dalam pengasuhan pada periode ini, akibat yang ditimbulkan akan bersifat parmanen dan tidak dapat dikoreksi. 

"Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasanya, yang pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif," terangnya.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Desa Binjai Kecamatan Bunguran Barat, yang acara di buka oleh Kepala Desa Binjai dan sebagai Fasilisator kegiatan adalah Kepala Seksi PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Natuna.

Ditemui di kantor DP3AP2KB, Kepala Dinas Rika Azmi menyampaikan, sesuai amanat Presiden RI  Joko Widodo kepada kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo bahwa BKKBN menjadi leading sektor untuk pencegahan dan pengendalian stunting. 

Oleh karena itu perlu ditingkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai stunting kepada keluarga atau orang tua dan remaja agar dapat memahami serta mempraktekkan pola hidup sehat sejak dini. 

Diantaranya gizi seimbang bagi ibu hamil dan bayi yg baru lahir sampai berumur 2 tahun, serta bagi remaja menunda pernikahan sampai usia minimal 20 tahun, menghindari hubungan yang tidak sehat di antara remaja, serta memahami tentang kesehatan reproduksi. 

"Keluarga juga sebaiknya menjaga jarak kelahiran dengan mengikuti program keluarga berencana agar anak mendapatkan pengasuhan yang optimal. Jarak anak yang terlalu rapat dapat mempengaruhi kualitas kesehatan ibu dan anak dan menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting," pungkasnya. (Nard).


Share it:

Natuna

Post A Comment: