Lakukan Komsos Dengan Pelaku Seni dan Budaya Tari Kuda Lumping, Babinsa Desa Tapau Himbau Masyarakat Terapkan Prokes Covid-19 - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Lakukan Komsos Dengan Pelaku Seni dan Budaya Tari Kuda Lumping, Babinsa Desa Tapau Himbau Masyarakat Terapkan Prokes Covid-19

Lakukan Komsos Dengan Pelaku Seni dan Budaya Tari Kuda Lumping, Babinsa Desa Tapau Himbau Masyarakat Terapkan Prokes Covid-19


NATUNA, Infokepri.com - Babinsa Desa Tapau, Serda Dedi Sumaedi, Personil Koramil 01/Ranai Kodim 0318/Natuna, melaksanakan Komsos bersama warga di Jalan Beringin Raya, RT 01/RW 01, Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Jumat (26/02/2021).

Kali ini Babinsa melaksanakan Komsos bersama Marjuki (53) seorang tokoh atau pelaku seni dan budaya Tari Kuda Lumping asal Jawa Timur, di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna.

Marjuki mempunyai anggota 38 orang untuk memainkan budaya, kuda lumping, eneg dor, gendang, gending panjang, gong besar dan kecil.

Marzuki menjelaskan, Kuda Lumping dan Barongan ini terbentuk dari pesta  rakyat. Kesenian ini merupakan gambaran suka cita masyarakat atas prestasi mengembangkan kesenian rakyat zaman dahulu, hingga zaman sekarang telah digunakan untuk mengisi acara kebesaran seperti Kemerdekaan 17 Agustus, hajatan pernikahan, dan sunatan.

Kesenian tari kuda lumping merupakan sebuah seni tari yang dipentaskan dengan menggunakan peralatan berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu.

Dilihat dari ritmisnya tarian kuda lumping ini merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran jaman dulu yaitu sebuah pasukan kavaleri berkuda, ini bisa dilihat dari gerakan seni tari kuda lumping yang dinamis, ritmis dan agresif layaknya gerakan pasukan berkuda di tengah medan peperangan.

Lebih lanjut Marjuki menyampaikan, sejarah asal mula seni tari kuda lumping banyak diyakini adalah sebuah bentuk  dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponogoro dalam menghadapi penjajahan Belanda.

Dalam versi ini menyebutkan bahwa asal muasal kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah yang di bantu oleh Sunan Kalijaga melawan bangsa Belanda yang menjajah tanah air.

Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono I untuk menghadapi pasukan Belanda.

Marzuki sendiri mewarisi tari kuda lumping dari bapaknya. Pada tahun 1986, Marzuki sendiri sudah ikut pentas bersama bapaknya keliling Natuna, untuk tampil disetiap hajatan.

Bahkan Tari Kuda Lumping Desa Tapau sudah pernah pentas di Tanjungpinang dalam acara pelestarian budaya dibawah Dinas Pariwisata Natuna untuk mewakili Kabupaten Natuna.

Dalam kesempatan ini, Babinsa menghimbau kepada Marjuki dan warga setempat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19.

Ditempat terpisah, Dandim 0318/Natuna, Letkol Arm Asep Ridwan SH, M.Han, mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI untuk membangun kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya dengan melakukan silaturrahmi dan komunikasi sosial.

"Selain itu dapat berguna untuk mencari solusi bersama guna memudahkan masyarakat dan Babinsa dalam menghadapi masalah yang ada sehingga dapat ditangani dengan mudah," kata Asep Ridwan. (Nard).


    = DARI NATUNA UNTUK INDONESIA =


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel