Lantai Dua Pasar Kembang Surabaya Terbakar - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Popular Posts

Technology

Lantai Dua Pasar Kembang Surabaya Terbakar

Lantai Dua Pasar Kembang Surabaya Terbakar
Share it:

 

Lantai Dua Pasar Kembang Surabaya Terbakar
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Priyo Widianto/Handout)

SURABAYA, Realitamedia.com – Diduga lantaran panel listrik mengalami korsleting, lantai dua Pasar Kembang Surabaya, Jawa Timur, terbakar pada Minggu (22/8/2021). 

Kepala PMK Kota Surabaya, Dedi Irianto mengatakan pihaknya mendapat laporan mengenai terpakarnya Pasar Kembang tersebut sekira pukul 15.53 WIB.

Usai mendapatkan laporan tersebut, katanya, pihaknya kemudian mengerahkan puluhan unit mobil pemadam beserta petugas ke lapangan. Namun, di tengah perjalanan api ternyata semakin membesar.

"Mobil pemadam kebakaran dikerahkan 23 unit. Berangkat sekira pukul 15.54 WIB, sampai di lokasi 15.57 WIB. hanya tiga menit saja untuk ke lokasi tapi api sudah besar," kata Dedi dilansir cnnindonesia.com, Minggu (22/8/2021).

Ia menyebutkan petugas membutuhkan waktu selama 40 menit untuk memadamkan api hingga benar-benar mati. Saat ini, petugas juga sudah melakukan pembasahan di beberapa titik api kecil.

"Setelah 40 menit api sudah padam tinggal pembasahan. Sekira pukul 16.37 WIB api sudah padam, ini sudah selesai ini," ucapnya.

Ia mengatakan tak ada korban jiwa dalam insiden terbakarnya Pasar Kembang ini. Hanya saja, lantai dua pasar, kerusakan berat hingga 70 persen.

"Yang terbakar lantai dua, itu pasar kue-kue, 70 persen saja, hanya di bidak, tapi yang toko konstruksi enggak. Lantai satu juga gak apa," ujar dia.

Ia menduga kebakaran di Pasar Kembang tersebut disebabkan oleh korsleting listrik. Meski begitu, dia masih menunggu hasil olah TKP tim Polrestabes Surabaya.

"Nanti biar tim inafis dari kepolisian yang memastikan. Kami belum bisa memastikan, tapi kemungkinan korsleting listrik karena paling gosong di dekat panel listrik," tutupnya. (cnnindonesia.com)



Share it:

Nasional

Post A Comment: