Rapat Paripurna Ke X: Rencana Pendapatan Daerah Batam 2021, Berubah Jadi Rp 2,3 Triliun - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Popular Posts

Technology

Rapat Paripurna Ke X: Rencana Pendapatan Daerah Batam 2021, Berubah Jadi Rp 2,3 Triliun

Lanjutnya, rencana Pendapatan daerah kota Batam tahun 2021, semula sebesar Rp 2.860.863.224.402 berubah menjadi Rp 2.365.563.654.307, terdiri dari:
Share it:

Rapat Paripurna Ke X: Rencana Pendapatan Daerah Batam 2021, Berubah Jadi Rp 2,3 Triliun
Suasana Rapat Paripurna ke X

BATAM , Infokepri.com - Pimpinan rapat, Ketua DPRD Batam, Nuryanto menyampaikan bahwa penyerahan dokumen tidak secara langsung dilakukan, lantaran dokumen Rancangan KUA PPAS Perubahan APBD Kota Batam Tahun 2021 telah diterima, dan akan segera didiskusikan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

"Rancangan KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, akan dibahas bersama Banggar DPRD bersama Tim Pemko Batam," terangnya, didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua III DPRD, dan dihadiri oleh 29 Anggota DPRD Batam secara fisik dan melalui video coference.

Hal tersebut, disampaikannya, saat menutup Rapat Paripurna Ke X Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021, dalam agenda Penjelasan Walikota Batam atas Rancangan KUA PPAS Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran (TA) 2021 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama DPRD Batam, Batam Centre - Batam, (6/8).

Sebelumnya, melalui video coference, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa Kerangka makro ekonomi daerah kota Batam diperkirakan 2,97 persen sampai dengan 3,7 persen meingkat dibandingkan tahun 2020, sebesar 2,55 persen.

"Peningkatan didorong oleh berbagai sektor terutam Idustri, Kontruksi, dan perdagangan yang akan diperkirakan akan tumbuh kembali seperti biasa. Sedangkan sektor parawisata akan tumbuh melambat, dibandingkan tahun sebelumnya," terangnya.

Infalnsi kota Batam tahun 2021 diperkirakan pada kisaran 2-4 persen, hal ini masih dipengaruhi oleh aktifitas masyarakat yan masih terbatas serta adanya pembatasa mobilitas akibat pandemi Covid-19. Dan dipengerahui oleh ketergantungan, kebutuhan bahan pokok dari daerah lain, dan naiknya permintaan konsumen.

"Konsumsi riil perkapita masyarakat kota Batam tahun 2021, diperkirakan sebesar Rp 18.300 Ribu sampai dengan Rp 18.500 Ribu meningkat dibandingkan tahun 2020, sebesar Rp 18.095 Ribu," jelasnya.

Wakil Walikota Batam ( Posisi Layar Bagian Bawah)
Lanjutnya, rencana Pendapatan daerah kota Batam tahun 2021, semula sebesar Rp 2.860.863.224.402 berubah menjadi Rp 2.365.563.654.307, terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD) semula sebesar Rp 1.432.639.685.139 merubah menjadi Rp 1.139.752.856.905.
Pendapatan transfer semula sebesar Rp 1.319.207.339.209 merubah menjadi Rp 1.347.389.117.402.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula sebesar Rp 109.016.200.000 berubah menjadi Rp 148.421.680.000.

Rencana belanja APBD kota Batam tahun anggaran 2021 di perioritaskan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib dan pilihan yang diselaraskan dengan kebijakan nasional dan provinsi.

Rencana belanja pada APBD kota Batam tahun 2021 semula sebesar Rp 2.968.574.058.069 berubah menjadi Rp 2.906.166.154.823, terdiri dari:
Belanja operasional semula sebesar Rp 2.301.424.533.959. berubah menjadi Rp 2.229.724.794.246. digunakan untuk belanja pegawai semula sebesar Rp 1.045.221.940.830. berubah menjadi Rp 992.652.947.244.
Belanja barang dan jasa semula sebesar Rp 1.211.726.102.790. berubah menjadi Rp 1.189.524.663.663. belanja hibah sebesar Rp 42.043.188.339 berubah menjadi Rp 46.943.563.339.
Belanja Bantuan sosial semula sebesar Rp 2.433.302.000, berubah menjadi Rp 603.620.000.
Belanja Modal semula sebesar Rp 643.660.681.695.  berubah menjadi 668.4847.739.215, digunakan untuk, belanja peralatan dan mesin semula sebesar Rp 85.622.820.489. berubah menjadi Rp 109.438.449.238.
Belanja modal gedung dan bangunan semula sebesar Rp 157.219.666.839,- berubah menjadi Rp 148.961.930.314.
Belanja modal jalan ,jaringan dan irigasi semula sebesar  Rp 383.565.578.022,- berubah menjadi Rp 382 319 106 090.
Belanja modal aset tetap lainya semula sebesar Rp 17.252.616.345. berubah menjadi Rp 27.765.253.573.
Belanja tidak terduga semula sebesar Rp 23.488.842.415. berubah menjadi Rp 7.956.621.362.

Rencana penerimaan pembiayaan pada APBD Kota Batam digunakan untuk menutup selisih penerimaan pendapatan dengan belanja yang berasal dari sisa lebih perhitunghan Anggaran tahun sebelumnya, Penerimaan Pembiayaan daerah pada Tahun Anggaran 2021, semula sebesar Rp 107.710.883.667, berubah menjadi Rp 270.602.500.516.

Pemerintah Kota Batam pada Tahun 2021 telah mengalokasikan anggaran belanja, antara lain :\
Belanja Pendidikan Minimal sebesar 20%.
Belanja Kesehatan minimal sebesar 10%.
Belanja untuk pemulihan ekonomi.
Peningkatan kapsitas Pemerintah Daerah, dan peningkatan peran serta fungsi DPRD Kota Batam  dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
Peningkatan Infrastruktur dalam upaya meningkatkan investasi, kunjungan pariwisata, aksebilitas industri yang diharapakan dapat meningkatkan perekonomian di kota Batam.
Peningkatan kualitas SDM dibidang ketenagakerjaan melalui program kegiatan pelatihan untuk pemanfaatan anggaran pendapatan dan izin menggunakan Tenaga Kerja Asing.
Belanja dukungan penanganan Covid -19 yang berasal dari Dana Alokasi Umum minimal sebesar 8% dan Dana Alokasi Khusus minimal 40 %.

"Secara rinci,dapat dilihat pada buku Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Kota Batam Tahun Anggaran 2021. Kami mengharapkan dilakukan pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD Kota Batam dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Batam sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan," pungkas Wakil Walikota Batam. (AP)

Share it:

Batam

Post A Comment: