Penanganan Covid-19, Bupati Sergai: “Kerja Keras dan Sinergitas Tidak Akan Mengkhianati Hasil” - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Popular Posts

Technology

Penanganan Covid-19, Bupati Sergai: “Kerja Keras dan Sinergitas Tidak Akan Mengkhianati Hasil”

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), melalui Satgas Covid-19, telah melakukan serangkaian langkah strategis penanganan pandemi Covid-
Share it:

Penanganan Covid-19, Bupati Sergai: “Kerja Keras dan Sinergitas Tidak Akan Mengkhianati Hasil”
Bupati Sergai (Tengah)
SERDANG BEDAGAI, Infokepri.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), melalui Satgas Covid-19, telah melakukan serangkaian langkah strategis penanganan pandemi Covid-19. Tentunya, apa yang dilakukan tetap berkoordinasi dan mendapat dukungan positif dari Forkopimda Sergai.

"Kerja keras kita membuahkan hasil yang patut disyukuri. Dibuktikan dengan Sergai yang saat ini ada dalam posisi zonasi yang lebih baik dibanding sebelumnya," katanya.

"Saat ini, berdasarkan kriteria zonasi, seluruh desa di Sergai sudah keluar dari zona orange, di mana dari total 1.268 dusun/lingkungan, terdapat 49 dusun/lingkungan (3,8%) ada di zona kuning, sedangkan sisanya sebanyak 1.218 dusun/lingkungan (96,2%) berada pada zona hijau," ungkap Bupati Sergai, H. Darma Wijaya.

Hal tetsebut disampaikannya, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 yang digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (29/9).

Suasana Pertemuan
Ia melanjutkan bahwa, tak terlepas dari berbagai upaya yang sudah diimplementasikan, terutama pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok) lewat program vaksinasi.

Pemkab Sergai bersama Seluruh jajaran terkait seperti Polres, TNI, dan BIN tetap aktif melaksanakan program vaksinasi bagi masyarakat yang menyasar kelompok rentan seperti para pelajar, Lansia, ibu hamil dan juga masyarakat umumnya.

"Pemkab Sergai juga menjadikan vaksinasi sebagai salah satu syarat penting untuk mendukung terlaksananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah berjalan sejak 13 September lalu," terangnya.

Lanjutnya, Kabupaten Sergai saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, sesuai dengan instruksi Bupati Sergai Nomor 18.2/403/5700/2021, mulai 21 September sampai dengan 4 Oktober 2021.

Lewat instruksi tersebut, diatur berbagai mekanisme kegiatan masyarakat dalam situasi PPKM Level 3, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, ibadah, olahraga, transportasi, kegiatan di area publik dan sebagainya.

Selain itu, Bupati Sergai menyampaikan telah meresmikan Rumah Isolasi Terpusat (Isoter) yang tergolong sebagai salah satu yang terbaik di Sumatera Utara.

"Masyarakat yang dinyatakan terpapar atau positif Covid-19 sudah tidak perlu lagi takut menjalankan prosedur isolasi. Sekarang sudah tersedia rumah Isoter yang fasilitasnya lengkap, nyaman, asri dan tentunya gratis ditanggung oleh Pemkab Sergai," terangnya.

Bupati Sergai menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Kepolisian dan TNI serta Kejaksaan Sergai, yang solid menjaga sinergitas hingga hari ini dalam menghadapi tantangan pandemi bersama-sama, sehingga Kabupaten Sergai saat ini berada pada posisi zonasi yang lebih baik, dari sebelumnya orange kini masuk ke zona kuning. 

"Kerja keras dan sinergitas kita tidak akan mengkhianati hasil. Ini menjadi modal penting kita kedepan untuk mengembalikan status Sergai ke zona hijau dan seluruh aktivitas masyarakat bisa kembali seperti semula, demi pembangunan Kabupaten Sergai, yang Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius," pungkasnya didampingi Wakil Bupati Sergai.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai, dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, menyampaikan bahwa saat ini sudah diterapkan penggunaan sistem NAR atau New All Record. Ia menerangkan, NAR merupakan sistem data base kesehatan milik Kemenkes yang mencatat hasil tes PCR dan tes Antigen dari seluruh laboratorium klinik atau laboratorium yang berada didalam fasilitas kesehatan yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

"NAR dibuat oleh Kemenkes dengan tujuan guna mencegah pemalsuan data. Mekanismenya adalah Puskesmas melakukan tes PCR/Antigen di wilayahnya masing-masing, lalu disampaikan ke Dinas Kesehatan kabupaten untuk kemudian melaporkan hasil data tersebut ke Dinkes Provinsi untuk dimasukkan ke sistem NAR," terangnya.

Pentingnya setiap Puskesmas untuk menyukseskan gelaran vaksinasi. Saat ini, lanjutnya ada sekitar 89.500 dosis vaksinasi yang mesti segera didistribusikan ke masyarakat.

"Jadi, setiap Puskesmas harus segera mempercepat vaksinasi di wilayahnya masing-masing, agar status zonasi yang ada di Sergai terus membaik," kata dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes.

Berikutnya, di kesempatan yang sama, Kapolres Sergai, AKBP. Robin Simatupang, SH, M.Hum, mengatakan bahwa masyarakat perlu hidup berdampingan dengan Covid-19, sehingga tidak melulu berada dalam belenggu pandemi asal Wuhan-China.

Pihaknya berharap, Sergai bisa menuju PPKM Level 1, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa dengan tenang dan aman.

Kepada Dinas Kesehatan Sergai, Kapolres berharap tracing tetap diaktifkan untuk memetakan seberapa banyak masyarakat yang terpapar Covid-19, sehingga bisa dibuat laporan jumlah kasus yang real dan sekaligus dapat dijadikan langkah strategi penanganan yang akan dibuat di Sergai.

"Diharapkan juga kepada para Kapus, Kapolsek, para Camat, agar masyarakat yang terpapar Covid langsung kirim saja ke rumah isoter, supaya penanganannya lebih baik dan terpusat. Karena terkadang yang terpapar masih saja melanggar Prokes, jadi dengan adanya rumah isoter ini, kita bisa menjaga supaya penyebaran Covid dapat dicegah dengan lebih efektif," terangnya.

"Selain itu, Posko juga perlu dioptimalkan. Hasil baik yang telah kita capai patut disyukuri sebagai bukti kerja keras yang sudah kita laksanakan, namun jangan sampai hasil ini membuat kita berpuas diri. Tetap jalankan langkah-langkah penanganan yang maksimal," tutup AKBP. Robin Simatupang, SH, M.Hum. (rdk)
Share it:

Serdang Bedagai

Post A Comment: