Kecelakaan Maut Vanessa Angel Bikin Kaget, Ini Tips Aman Berkendara di Tol - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Popular Posts

Technology


Kecelakaan Maut Vanessa Angel Bikin Kaget, Ini Tips Aman Berkendara di Tol

Kecelakaan Maut Vanessa Angel Bikin Kaget, Ini Tips Aman Berkendara di Tol
Share it:

Kecelakaan Maut Vanessa Angel Bikin Kaget, Ini Tips Aman Berkendara di Tol
Kecelakaan Maut Vanessa Angel Bikin Kaget, Ini Tips Aman Berkendara di Tol (Fhoto : Detik.com)


JAKARTA, Infokepri.com  - Setiap orang sudah seharusnya berhati-hati dalam berkendara, khususnya di jalan tol. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan seperti yang menimpa artis Vanessa Angel dan suaminya.

CEO Toll Road Business Group Astra Infra, Kris Ade Sudiyono menghimbau agar pengguna tol tidak memacu kendaraan berlebihan.

"Mungkin yang kita kampanyekan ke teman-teman masalah edukasi. Karena edukasi masalah behavior, kebiasaan, ojo (jangan) gara-gara jalan tol kosong dipacu 180 per/km," katanya kepada detikcom, Kamis (4/11/2021).

Kemudian, jangan memaksakan untuk menyetir jika lelah atau mengantuk. Ia meminta agar pengguna jalan sebaiknya beristirahan terlebih dahulu.

"Kedua kalau capek mbok yo istirahat jangan dipaksain karena ngantuk itu kan manusiawi juga," katanya.

Untuk menghindari kecelakaan, pihaknya telah melakukan sejumlah antisipasi pada tol yang berada di bawah Astra Infra. Langkah-langkah itu disebut 3E.

Apa saja E tersebut?

E yang pertama adalah upaya engineering atau rekayasa. Salah satunya dengan memasang wire rope. Wire rope sendiri semacam tali besi yang dijadikan pembatas jalan di tol.

Upaya rekayasa ini juga bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Salah satunya dengan penerapan rumble dot yakni garis kejut di pinggir tol.


"Kami juga melakukan speed reducer, rekayasa optical ilution jadi kalau lewat marka 'waduh harus ngerem' bentuknya kaya marka sepanjang 1km sehingga orang ada kecenderungan karena ilusi itu jadi memperlambat," terangnya.

E selanjutnya adalah edukasi. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai media seperti pemasang banner. E terakhir adalah enforcement. Langkah ini bekerjasama dengan kepolisian.

"Ketika enforcement kita kerjasama dengan kepolisian, ada yang pakai speed gun. Kecepatannya tinggi bisa diitilang. Memang enforcement ini ada di kewenangan pemerintah apakah Kementerian Perhubungan, apakah Polantas," katanya.

"Secara garis besar konsep 3E kita lakukan di semua jalan tolnya Astra Infra," jelasnya. (detik.com)


 

Share it:

Jakarta

Post A Comment: