Ini Sejarah, Peristiwa 9 April : Peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke - 76 - Info Kepri -->
Trending News
Loading...
Ini Sejarah, Peristiwa 9 April : Peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke - 76

Ini Sejarah, Peristiwa 9 April : Peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke - 76

Ini Sejarah, Peristiwa 9 April : Peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke - 76
Aksi Jet F16 TNI AU dan Pesawat Bomber AS B-52 di Sulawesi. ©2021 AFP/Handout/INDONESIAN AIR FORCE (Fhoto : Merdeka.com)

 

Infokepri.com  - Tanggal 9 April menjadi peringatan Hari TNI Angkatan Udara setiap tahunnya. Tahun 2022 ini adalah Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-76.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (atau biasa disingkat TNI Angkatan Udara atau TNI-AU) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di udara.

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Dalam perjalanannya terjadi perubahan BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR, jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Lantas bagaimana tanggal 9 April bisa menjadi peringatan Hari TNI Angkatan Udara setiap tahunnya? Berikut merdeka.com merangkum sejarah dan temanya tahun ini:
Sejarah TNI AU 9 April

Seperti yang ditulis sebelumnya, setelah perubahan nama pada 5 Oktober 1945 mejadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), selanjutnya pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI.

Perkembangan tunas Angkatan Udara yang terjadi berikutnya, yaitu pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Visi misi yang akhirnya dibentuk pun sebagai berikut:
Visi

Terwujudnya postur TNI AU yang professional, efektif, efisien, modern, dinamis, dan andal dalam rangka menegakkan serta mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi

1. Mewujudkan kemampuan dan kekuatan sistem, personel, material alutsista, dan fasilitas untuk memenuhi postur TNI AU yang berkualitas agar siap untuk melaksanakan tugas dan fungsi.

2. Meningkatkan kemampuan penyelenggaraan fungsi-fungsi intelijen dan pengamanan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi TNI AU.

3. Melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan dalam rangka pelaksanaan tugas TNI AU baik dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

4. Melaksanakan kegiatan bantuan kemanusiaan dan bakti sosial dalam rangka membantu otoritas sipil untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya keamanan dalam negeri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

5. Meningkatkan kerja sama militer dengan negara-negara sahabat dalam rangka menciptakan kondisi kemanan nasional, regional, dan internasional serta untuk meningkatkan hubungan antar negara.

6. Melaksanakan penelitian dan pengembangan terhadap strategi dan sistem pertahanan, sumber daya manusia, serta kemampuan dan pendayagunaan industri strategis nasional untuk kepentingan pertahanan matra udara.

7. Meningkatkan pemberdayaan fungsi perencanaan, pengendalian, dan pengawasan di lingkungan TNI AU melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Tema Peringatan Hari TNI Angkatan Udara 9 April 2022

Tahun ini pada peringatan ke-76, tema yang diangkat yaitu "Dengan Dilandasi Semangat SWA BHUWANA PAKSA TNI Angkatan Udara, Siap Menjaga Keamanan Wilayah Udara dan Mendukung Program Pemerintah Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional"

Perayaan Hari TNI Angkatan Udara juga tak terlepas dari peristiwa 29 Juli 1947, yaitu ketika tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani, dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Selain itu, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang mengakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh, dan Adisumarmo. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000 di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. (Merdeka.com)


Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel