Pasca Lebaran Idul Fitri 1443 H, Harga Ikan Teri dan Ikan Asin Masih Tinggi - Info Kepri -->
Trending News
Loading...
Pasca Lebaran Idul Fitri 1443 H, Harga Ikan Teri dan Ikan Asin Masih Tinggi

Pasca Lebaran Idul Fitri 1443 H, Harga Ikan Teri dan Ikan Asin Masih Tinggi

 

Pasca Lebaran Idul Fitri 1443 H, Harga Ikan Teri dan Ikan Asin Masih Tinggi
Lapak N Boru Manurung Pedagang Ikan Asin di Pasar SP Plaza, Jumat (6/5/2022) (Fhoto : P Sipayung) 


BATAM, Infokepri.com
-  Pasca lebaran Idul Fitri 1443 H, harga ikan teri dan ikan asin disejumlah pasar di kecamatan Sagulung masih tinggi bahkan jika dibandingkan sebelum lebaran Idul Fitri 1443 H harganya naik sekitar Rp 5 ribu,- hingga Rp 10 ribu,-  perkilogram.

Seperti disampaikan N boru Manurung salah seorang pedagang ikan asin di pasar SP Plaza saat ditemui Jumat (6/5/2022) mengatakan ikan teri nasi Barelang naik Rp 10 ribu,- perkilogramnya semula dijual Rp 150 ribu,- kini dijual Rp 160 ribu,-  Ikan teri nasi asal Medan juga naik semula dijual Rp 130 ribu,- kini dijual Rp 150 ribu,- perkilogramnya.

“ Kalau ikan teri Medan memang lebih murah tetapi rasanya lebih asin jika dibandingkan ikan teri nasi dari Barelang,” katanya.

Ikan teri belah Medan harganya juga naik, semula dijual Rp 80 ribu,- kini dijual Rp 100 ribu,- perkilogramnya.  Ikan lidah yang juga dari Medan harganya juga naik namun hanya naik Rp 5 ribu,- perkilogramnya. Semula dijual Rp 65 ribu,- kini dijual Rp 70 ribu,-    

Ikan Kepala Batu dari Barelang semula dijual Rp 45 ribu,- kini dijual Rp 55 ribu,- perkilogramnya.
Demikian juga dengan ikan Bengkol dari Barelang, harga perkilogramnya naik Rp 10 ribu,- semula dijual Rp 45 ribu,- kini dijual Rp 55 ribu,- 

Udang manis juga mengalami kenaikan semula dijual Rp 90 ribu,- kini dijual Rp 100 ribu,- perkilogramnya.

Ia menyebut kondisi tidak stabilnya harga ikan teri dan ikan asin ini diprediksi sampai bulan Juni mendatang, tergantung ombak dan angin.

Untuk menjalan usahanya agar tetap lancar, ia bersama suaminya harus pintar membaca situasi dan harus memiliki stok ikan yang disimpannya dalam box freezer di rumahnya. Pasalnya jika musim kemarau angin kencang, nelayan susah melaut, demikian juga jika musim hujan biasanya ombak besar, nelayan juga susah melaut.

Ia juga mengakui omset penjualannya menurun sejak pandemic Covid-19 tahun 2020 lalu, namun sejak awal tahun ini omsetnya mulai meningkat kembali.

“ Mudah-mudahan pandemic Covid-19 segera berakhir dari negeri kita khususnya di Batam ini,” tutupnya. (Pay)  


Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel