Pesawat Type DA62 Langgar Teritorial NKRI, Pemilik Maskapai Terancam Denda Rp5 Miliar - Info Kepri -->
Trending News
Loading...
 Pesawat Type DA62 Langgar Teritorial NKRI, Pemilik Maskapai Terancam Denda Rp5 Miliar

Pesawat Type DA62 Langgar Teritorial NKRI, Pemilik Maskapai Terancam Denda Rp5 Miliar

Pesawat Type DA62 Langgar Teritorial NKRI, Pemilik Maskapai Terancam Denda Rp5 Miliar
Pesawat type DA62 dari Johor, Malaysia yang Dipaksa Mendarat di Bandara Hang Nadim Batam Karena Melanggar Teritorial NKRI, Sabtu (14/5/2022) (Fhoto : Ist) 


BATAM, Infokepri.com
- Pesawat type DA62 dari Johor, Malaysia, yang melintasi teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa izin di wilayah Batam. Maskapai penerbangan tersebut terancam denda Rp5 miliar.

"Denda ditujukan ke pemilik maskapai karena awak pesawat hanya sopir saja," kata Kepala Dinas Operasi Lanud Hang Nadim Mayor Lek Wardoyo di Batam Kepulauan Riau, Sabtu (14/5).

Dia menjelaskan, denda tersebut berdasarkan atas Peraturan Pemerintah RI tentang pengamanan wilayah udara RI pasal 10 ayat 2.

"Pesawat udara sipil asing tidak berjadwal yang terbang ke dan dari atau melalui wilayah udara harus memiliki izin diplomatik, izin keamanan dan persetujuan terbang," ujarnya.

Dari aturan tersebut, lanjutnya, maka setiap orang yang melanggar Pasal 10 ayat 2 dikenakan sanksi administratif berupa denda administratif paling banyak Rp5 miliar.

"Saat ini mereka sudah kami amankan di safe house sementara ini diproses untuk pemberkasannya. Tadi juga sudah dilakukan tes PCR," jelas Wardoyo seperti dilansir dari Antara.

Sementara terkait perlindungan terhadap ketiga awak pesawat tersebut, dia mengatakan mereka hanya dimintai untuk melengkapi berkas saja.

"Pemberkasannya itu melalui operator yang ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia. Setelah selesai pemberkasan dan lain-lain, baru nanti kami izinkan lagi untuk terbang," terangnya.

Pada Jumat (13/5), TNI Angkatan Udara memerintahkan pesawat asing dari Johor, Malaysia, untuk mendarat di Bandara Hang Nadim Kota Batam, Kepulauan Riau, karena memasuki wilayah teritorial NKRI tanpa izin.

Pesawat kalibrasi itu membawa tiga orang awak, yang semuanya merupakan warga negara Inggris. Saat ini, ketiganya sudah diamankan di safe house di kawasan Bandara Hang Nadim. (Merdeka.com)



Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel