Erry Gapina : Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan Setiap Tahun Selalu Meningkat - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Erry Gapina : Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan Setiap Tahun Selalu Meningkat

Erry Gapina : Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan Setiap Tahun Selalu Meningkat
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Natuna, saat di konfirmasi di ruang kerjanya. (Fhoto : Bernard S / Infokepri.com).

By Bernard.S

NATUNA, Infokepri.com - Tindak kekerasan seksual di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan tidak sedikit diantara korban kekerasan seksual tersebut adalah anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat untuk para penyintas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna Sri Riawati, melalui Sekretaris DP3AP2KB Natuna Erry Gapina, kepada Media Infokepri.com,  ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Selasa (7/11/2023).



Dikatakan Erry Gapina, tindak kekerasan seksual berbasis gender di Indonesia nyatanya masih sering terjadi. Bahkan banyak perempuan korban kekerasan seksual yang tidak melapor kepada pihak kepolisian atau lembaga layanan terkait.

Tidak terkecuali di Kabupaten Natuna, data catatan tahunan yang dihimpun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna, menunjukkan bahwa kekerasan yang dialami perempuan sepanjang tahun selalu mengalami peningkatan  signifikan dari tahun sebelumnya.

"Oleh karenanya, pertolongan pada korban kekerasan seksual sangat penting karena kekerasan seksual merupakan kejahatan luar biasa dimana penyintasnya bisa mengalami tingkat stres yang sangat tinggi setelahnya," ujar Erry Gapina.

Erry Gapina : Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan Setiap Tahun Selalu Meningkat


"Bukan hanya mengalami stres, perasaan trauma akan kekerasan seksual dapat menyebabkan perasaan takut, marah, kecemasan, hingga depresi berkepanjangan. Tidak jarang trauma psikis tersebut dapat menyebabkan gangguan fisik yang kemudian mengurangi produktivitas sehari-hari,"katanya menambahkan.

Menurut Erry Gapina, jika terjadi kekerasan seksual disekitar kita, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah pertolongan pertama terhadap korban antara lain, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, melaporkannya kepada pihak kepolisian atau lembaga hukum independen lainnya, menempatkan korban di rumah yang lebih aman, dan membantu korban untuk memulihkan diri.

Apabila trauma yang terjadi cukup mendalam sehingga penyintas ragu dan takut untuk melaporkan ke pihak berwajib, penyintas dapat berkonsultasi ke lembaga bantuan hukum atau organisasi independen lain. Misalnya ke Komnas Perempuan untuk meminta saran serta bantuan. 

"Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai langkah pertolongan pertama untuk korban kekerasan seksual," pungkasnya. (Nard).

Editor : P Sipayung

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel