Ini Update Terakhir Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri Hingga Tanggal 25 Mei 2020 - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Ini Update Terakhir Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri Hingga Tanggal 25 Mei 2020

Ketua Tim Sekretariat GTC-19 provinsi Kepri, Drs Muhammad Darwin MT, pasien Covid-19 yang sembuh itu berinisial PA (57) berjenis kelamin laki-laki kasus nomor 80 di Batam, kasus Covid -19 sebanyak 153 terdiri dari provinsi Kepri sebanyak 124 kasus dan cluster Kelud yang dirawat di RS khusus Infeksi di pulau Galang sebanyak 29 kasus, pasien yang sembuh dari Covid-19 di provinsi Kepri menjadi 59 orang.
Share it:

TANJUNG PINANG, Infokepri.com
– Perkembangan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di provinsi Kepri hingga Senin (25/5/2020), seorang pasien Covid-19 dari Batam sembuh setelah dilakukan uji Swab dan hasilnya negative.

Ketua Tim Sekretariat GTC-19 provinsi Kepri, Drs Muhammad Darwin MT dalam rilisnya mengatakan pasien Covid-19 yang sembuh itu berinisial PA (57) berjenis kelamin laki-laki kasus nomor 80 di Batam merupakan cluster kasus tunggal.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah kasus Covid -19 sebanyak 153 terdiri dari provinsi Kepri sebanyak 124 kasus dan cluster Kelud yang dirawat di RS khusus Infeksi di pulau Galang sebanyak 29 kasus. Dengan sembuhnya pasien PA itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di provinsi Kepri menjadi 59 orang.

Sebanyak 29 pasien cluster Kelud yang dirawat di RS Khusus Infeksi di pulau Galang sudah sembuh seluruhnya. 

Sedangkan dari 124 kasus di provinsi Kepri diantaranya yang dikarantina semula 29 orang kini hanya tinggal 28 orang, pasien yang dirawat sebanyak 25 orang, pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 12 orang.

“ Jadi jumlah seluruh pasien yang dikarantina dan dirawat seluruhnya 53 orang,” katanya.

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini sebanyak 554 orang bertambah 9 orang dari sebelumnya sebanyak 545 orang. Dari PDP 554 orang itu, yang Dalam Pengawasan bertambah 1 orang semula 139 orang kini menjadi 140 orang, yang Selesai Pengawasan bertambah 8 orang dari semula 406 orang menjadi 414 orang.

Lebih lanjut Darwin menjelaskan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 3 orang semula 5.542 orang menjadi 4545 orang. Dari jumlah ODP tersebut yang masih Dalam Pemantauan bertambah 1 orang semula 1.141 orang menjadi 1.142. Sedangkan Selesai Pemantauan bertambah 2 orang semula 3.401 orang menjadi 3.403 orang.

Demikian dengan Orang Tampa Gelajal (OTG) juga bertambah sebanyak 6 orang, semula 5.624 orang menjadi 5.630 orang.

Untuk pasien yang sembuh dari Covid-19 di provinsi Kepri saat ini sebanyak 59 orang, bertambah 1 orang dari semula sebanyak 58 orang.
Dari 59 orang pasien Covid-19 yang sembuh itu diantaranya : Kota Tanjungpinang masih sama dari hari sebelumnya yakni sebanyak 20 orang, Kota Batam sebanyak 34 orang bertambah 1 orang dari hari sebelumnya sebanyak 33 orang, kabupaten Karimun masih tetap sebanyak 4 orang dan kabupaten Bintan juga masih tetap dengan hari sebelumnya yakni sebanyak 1 orang.

Untuk Data Pelintasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada tanggal 24 Mei 2020 lalu, PMI yang datang dari Malaysia dan Singapura ke provinsi Kepri tidak ada.

Untuk Rekapitulasi data Pelintasan PMI dari Malaysia ke Kepulauan Riau:
1. Periode 1 Mei 2020 s/d 24 Mei 2020, berjumlah 1.498  orang;
2. Periode 18 Maret 2020 s/d 24 Mei 2020, berjumlah  46.449 orang.

Darwin menyebutkan Agenda Gugus Tugas Covid-19 provinsi Kepri diantaranya :
Satpol PP Provinsi Kepulauan Riau melakukan sosialisasi serta kegiatan patroli rutin tempat umum terkait penerapan Social Distancing dan wajib menggunakan masker. Sumber data: Tim Sekretariat GTC-19 Provinsi Kepulauan Riau.

“ Idul Fitri 1441H/2020M dalam masa pandemi Covid-19 ini terasa sangat berbeda. Hari besar umat Islam yang biasa dirayakan dengan gegap gempita di berbagai tempat, kini semua proses ibadah yang mengiringinya, mulai mengumandangkan takbir, shalat Ied, bahkan hingga silaturahim diminta agar dilaksanakan dari dan/atau di rumah,” katanya

Selain itu, katanya, masyarakat juga diminta untuk tidak mudik lebaran.  Ia menyebutkan dalam situasi wabah pandemi Covid-19, Pemerintah telah banyak memberikan arahan bagaimana proses penularan dan dampaknya bagi orang yang tertular, yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mempraktekkan Protokol Kesehatan Covid-19 dalam rangka pencegahan penyeberan serta pemutusan rantai penularan Covid-19 ini. Marilah kita mulai dari pribadi/keluarga kita masing-masing.

“Selama masih dalam pandemic Covid-19 protokol Kesehatan Harga Mati,” tegasnya.
(Pay)
Share it:

Tanjung Pinang

Tanjungpinang

Post A Comment: