Pulau Ngenang, Contoh Kampung Wisata Batam - Info Kepri

about

about

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Pulau Ngenang, Contoh Kampung Wisata Batam

Marlin Agustina Rudi begitu semringah ketika menapakkan kakinya di pelabuhan Pulau Ngenang, Rabu (19/8) sore, meresmikan Rumah Tenun.
Share it:

MarlinAgustina Rudi (Batik Orange)
BATAM, Infokepri.com - Marlin Agustina Rudi begitu semringah ketika menapakkan kakinya di pelabuhan Pulau Ngenang, Rabu (19/8) sore. Ia tampak bergegas menuju motor yang telah disiapkan untuk membawanya ke Rumah Tenun Pulau Ngenang.

Rumah tenun ini merupakan mimpinya yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.

Dimana sebelumnya, alat tenun berada di rumah ibu-ibu/warga. Sehingga rumah mereka menjadi sempit karena alat tenunnya cukup besar.

"Alhamdulillah, kita dapat bantuan dari Bank Mandiri. Dan hari ini kita meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang ini. Saya senang sekali," kata Ketua Dekranasda Kota Batam.

Kini di Pulau Ngenang terdapat 15 orang penenun. Dan motif tenun semakin beragam, sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan, serta motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.

“Awalnya kita punya lima alat tenun. Lalu, kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh alat tenlun. Dan juga sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi, bapak, ibu pesan saya satu. Tolong ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi," terang istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Tak berhenti di pelatihan menenun, ia juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Pulau Ngenang sebagai Kampung Wisata, melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam.

Kedepan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Dan juga akan mengupayakan CSR, untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.

"Jadi, wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang," harapnya.

“Ini, akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam," pungkasnya. Turut hadir dalam kegiatan, perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI.

Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah. (Mc/AP)

Share it:

Batam

Post A Comment: