DLH Natuna Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Rumah Kompos Ranai Darat Olah 1 Ton Sampah - Info Kepri .post-body img { display: block; margin: 0 auto; max-width: 100%; height: auto; } -->

DLH Natuna Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Rumah Kompos Ranai Darat Olah 1 Ton Sampah

DLH Natuna bersama Lurah Ranai Darat melaksanakan uji coba dan pelatihan teknis pengolahan sampah. (Foto : Bernard S/Infokepri.com).

By Bernard.S

NATUNA, Infokepri.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penyaluran sarana dan prasarana rumah kompos kepada Kelurahan Ranai Darat. 

Program tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata berkat keterlibatan aktif masyarakat setempat.

Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., menyampaikan kepada awak media, Kamis (15/1/2026), bahwa setelah menerima dukungan fasilitas dari DLH, pihak kelurahan langsung membentuk kelompok masyarakat pengelola rumah kompos yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) tertanggal 19 Desember 2025.

Kelompok pengelola tersebut tergabung dalam Kelompok RaDar Eco Green (Ranai Darat Eco Green) yang diketuai oleh Erizal Effendi, S.E. Nama RaDar Eco Green memiliki makna dan filosofi kuat, di mana “RaDar” merupakan singkatan dari Ranai Darat, yang menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat Ranai Darat.

Secara filosofis, RaDar Eco Green melambangkan komitmen pengelolaan lingkungan berbasis wilayah, kepedulian terhadap alam, tanah, dan ekosistem lokal, serta semangat gerakan hijau yang tumbuh dari masyarakat demi keberlanjutan. 

Sementara secara konseptual, RaDar dimaknai sebagai simbol pengawasan dan kepedulian lingkungan, Eco berarti ekologi dan keberlanjutan, sedangkan Green melambangkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Sebagai tahap awal, DLH Kabupaten Natuna bersama pihak kelurahan melaksanakan uji coba dan pelatihan teknis kepada kelompok pengelola pada 30 Desember 2025. Selanjutnya, pengolahan sampah perdana mulai dilakukan oleh kelompok masyarakat pada 3 Januari 2026.

Ketua Kelompok RaDar Eco Green, Erizal Effendi, S.E., mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak satu ton sampah organik berhasil diolah melalui kegiatan gotong royong masyarakat. Sampah tersebut berasal dari limbah rumah tangga seperti kulit telur, sayur-sayuran busuk, serta air cucian beras.

Sementara itu, Lurah Ranai Darat A. Era Juein Marisa, S.Sos., menjelaskan bahwa satu ton kompos pertama tersebut saat ini dimanfaatkan sebagai tahap promosi kepada masyarakat.

“Untuk satu ton pertama ini kami manfaatkan sebagai tahap promosi dengan harga Rp45.000 per 10 kilogram. Setelah kompos tahap awal ini habis, selanjutnya akan kami evaluasi kembali harga jualnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pupuk kompos tersebut cukup tinggi. Bahkan, saat ini pesanan telah mencapai sekitar dua ton untuk satu orang, meskipun proses produksi masih terus berjalan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah menjadi kompos tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, DLH Kabupaten Natuna terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap proses kerja kelompok pengelola guna memastikan kualitas kompos yang dihasilkan tetap terjaga.

Program rumah kompos ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Natuna, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. (Nard).

Editor : Posman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel