Kapolres Bersama Bupati dan Wabup Natuna Tinjau Karhutla Batubi–Kelarik, Upaya Penanganan Ditingkatkan
NATUNA, Infokepri.com - Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Binjai-Ranai, dalam upaya memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif.
Kapolres Natuna mengatakan kebakaran lahan yang terjadi sejak momen Lebaran hingga saat ini dilaporkan berulang di sejumlah titik, sehingga menjadi perhatian serius jajaran Polres Natuna bersama Satgas Karhutla.
Untuk mengendalikan situasi, Polres Natuna mengerahkan personel di berbagai lokasi terdampak, didukung sarana seperti 1 unit Armored Water Cannon (AWC), mobil tangki air, Mobil Damkar Polres Natuna serta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
Kapolres Natuna menegaskan bahwa upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal, terutama di tengah musim kemarau panjang yang meningkatkan potensi kebakaran. Selain pemadaman, patroli rutin juga akan diintensifkan secara berkelanjutan dengan melibatkan jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas guna mencegah munculnya titik api baru.
Di sisi lain, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna turut melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Mari kita jaga Natuna agar tetap aman dan terbebas dari kebakaran lahan,” tegasnya.
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak serius lainnya. Dari sisi lingkungan, kebakaran menyebabkan hilangnya vegetasi, rusaknya ekosistem, serta terganggunya habitat satwa liar.
" Dari sisi udara, asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara secara signifikan dan memicu kabut asap yang berbahaya," katanya, Rabu (26/3)
Sementara itu, bagi manusia, paparan asap kebakaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita penyakit paru dan jantung.
Selain itu, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, serta perekonomian lokal.
Dengan kondisi tersebut, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di wilayah Natuna. (Nard).
Editor : Ismanto




