Mulai Hari ini BPS Kabupaten Asahan Laksanakan Sensus Ekonomi 2026
Senin, 15 Juni 2026
![]() |
| Bupati Taufik (4 dari kanan) foto bersama dengan Kepala BPS Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si di Ruang Kerja Bupati Asahan, .Jumat (12/6) (Foto : Senti /Infokepri.com) |
By Senti
ASAHAN, Infokepri.com – Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada hari ini, Senin (15/6), tujuannya untuk memutakhirkan data ekonomi yang akan menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan daerah serta pemutakhiran Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si saat melakukan audensi bersama jajarannya yang diterima oleh Bupati Asahan,Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si, pada Jumat (12/6) di Ruang Kerja Bupati Asahan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Taufik didampingi oleh Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Asahan, Kepala Bagian Umum Setdakab Asahan, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Asahan.
Selanjutnya, Rahmat Gustiar mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, akan mencakup pendataan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan oleh pegawai organik BPS Kabupaten Asahan.
Ia menyebut dalam kegiatan Sensus Ekonomi Tahun 2026, mitra BPS akan mendata masyarakat secara langsung (door to door).
“ BPS Kabupaten Asahan mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan melalui pelaksanaan Apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BPS atas perannya dalam menyediakan data statistik yang akurat dan terpercaya.
“ Data statistik yang disajikan BPS diperoleh melalui metodologi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya penerapan konsep Satu Data Indonesia dengan mensinergikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dilakukan agar program yang dijalankan sesuai dengan data yang valid.
Pemerintah Kabupaten Asahan, lanjutnya, senantiasa melakukan survei dan pengumpulan data terlebih dahulu sebelum merumuskan program pembangunan maupun kebijakan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan.
“ Kita berharap agar seluruh petugas sensus dapat melaksanakan tugas dengan baik dan optimal,” katanya. (Ti)
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si saat melakukan audensi bersama jajarannya yang diterima oleh Bupati Asahan,Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si, pada Jumat (12/6) di Ruang Kerja Bupati Asahan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Taufik didampingi oleh Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Asahan, Kepala Bagian Umum Setdakab Asahan, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Asahan.
Selanjutnya, Rahmat Gustiar mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, akan mencakup pendataan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan oleh pegawai organik BPS Kabupaten Asahan.
Ia menyebut dalam kegiatan Sensus Ekonomi Tahun 2026, mitra BPS akan mendata masyarakat secara langsung (door to door).
“ BPS Kabupaten Asahan mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan melalui pelaksanaan Apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BPS atas perannya dalam menyediakan data statistik yang akurat dan terpercaya.
“ Data statistik yang disajikan BPS diperoleh melalui metodologi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya penerapan konsep Satu Data Indonesia dengan mensinergikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dilakukan agar program yang dijalankan sesuai dengan data yang valid.
Pemerintah Kabupaten Asahan, lanjutnya, senantiasa melakukan survei dan pengumpulan data terlebih dahulu sebelum merumuskan program pembangunan maupun kebijakan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan.
“ Kita berharap agar seluruh petugas sensus dapat melaksanakan tugas dengan baik dan optimal,” katanya. (Ti)
Editor : Ismanto

.jpeg)

