Bupati Cen Sui Lan Saksikan Penandatanganan Kerjasama Pengusaha Indonesia dengan Pemilik Pabrik Silika di Cina - Info Kepri .post-body img { display: block; margin: 0 auto; max-width: 100%; height: auto; } -->

Bupati Cen Sui Lan Saksikan Penandatanganan Kerjasama Pengusaha Indonesia dengan Pemilik Pabrik Silika di Cina

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyaksikan penandatanganan kerjasama antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Quanzhou, China. (Fhoto : Ist/Infokepri.com).

 

By Bernard.S 
NATUNA, Infokepri.com
- Perjalanan Bupati Natuna Cen Sui Lan ke China bukan sekadar perjalanan diplomatik. Di balik langkahnya menjejakkan kaki di negeri tirai bambu itu, tersimpan satu misi besar, mencari peluang investasi yang dapat membuka jalan bagi masa depan ekonomi Natuna.

Cen Sui Lan baru saja kembali dari Quanzhou, China, pada 26 Juli 2026. Namun, yang dibawanya pulang bukan sekadar cerita tentang negeri yang dikunjunginya. Ia membawa harapan agar Natuna semakin dikenal, dilirik investor, dan mampu mengolah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi pada akhirnya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Cen mengunjungi salah satu fasilitas pabrik dan industri hilirisasi pasir kuarsa atau silika terbesar di China. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung bagaimana potensi sumber daya alam dapat dikembangkan melalui proses hilirisasi sehingga memberikan nilai tambah  jauh lebih besar.

Momentum penting lainnya ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pengusaha Indonesia dengan pemilik pabrik tersebut. Penandatanganan itu disaksikan oleh pemerintah daerah setempat.

Bagi Cen, langkah tersebut bukan sekadar seremoni. Ia melihat peluang nyata untuk membawa investasi dari China ke Natuna.

Potensi pasir kuarsa yang dimiliki Natuna, menurutnya, harus dilihat bukan hanya sebagai bahan mentah yang keluar dari daerah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Semangat itulah yang terus dibawa Cen dalam setiap langkahnya membangun Natuna. Ia sadar, membangun daerah kepulauan yang berada jauh dari pusat pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan keberanian, kegigihan, jaringan, dan kemauan untuk membuka pintu-pintu baru agar Natuna tidak hanya menjadi daerah yang kaya akan potensi, tetapi juga mampu menikmati manfaat ekonomi dari kekayaan tersebut.

Dalam kunjungan ke China itu, Cen juga menghadiri peresmian sebuah restoran Indonesia. Kehadiran restoran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di tengah masyarakat China.

Namun, kesempatan itu kembali dimanfaatkan Cen untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
Ia bertemu dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Andalusia Tribuana, serta Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berliando. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Cen untuk menjajaki peluang kerja sama dan memperkenalkan Natuna kepada kalangan pengusaha China.

Di sanalah diplomasi pembangunan kembali dimainkan

Cen tidak datang hanya untuk melihat. Ia datang untuk berbicara, menawarkan peluang, dan mencari kemungkinan kerja sama yang dapat membawa investasi masuk ke Natuna.

"Keberangkatan saya ke China bukan sekadar jalan-jalan. Saya membawa kabar baik dan berupaya menggait investor China agar berinvestasi di Natuna," ujar Cen.

Upaya membuka jaringan kerja sama bahkan tidak berhenti pada sektor investasi.

Cen juga berkonsultasi dengan Konsul Jenderal RI di Guangzhou terkait peluang membangun hubungan sister city antara Natuna dengan wilayah di Hainan, China.

Menurutnya, penjajakan hubungan antardaerah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, maupun sektor lainnya.

Bagi Natuna, hubungan semacam ini memiliki arti penting. Sebagai daerah kepulauan yang memiliki posisi strategis dan kekayaan sumber daya alam, Natuna membutuhkan jaringan kerja sama yang luas untuk mendorong percepatan pembangunan.

Dan Cen tampaknya memahami betul bahwa pembangunan tidak cukup hanya dikerjakan dari balik meja pemerintahan.

Ada kalanya seorang kepala daerah harus turun langsung, mengetuk pintu, bertemu pengusaha, berdiplomasi, dan menawarkan potensi daerahnya ke dunia luar.
Itulah yang sedang dilakukan Cen Sui Lan.

Di tengah berbagai tantangan fiskal dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, ia memilih untuk terus mencari jalan. Salah satunya dengan membuka peluang investasi dari luar negeri.

Sebab, bagi Cen, semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya aktivitas ekonomi, berkembangnya sektor usaha masyarakat, dan pada akhirnya meningkatnya PAD.

"Saya ingin Natuna dapat meningkatkan PAD guna kesejahteraan masyarakat," tegas Cen Sui Lan, Kamis, (30/07/2026).

Kalimat itu menjadi benang merah dari perjalanan Cen ke China.

Ia ingin Natuna tidak hanya dikenal karena letaknya yang strategis dan kekayaan alamnya. Ia ingin Natuna tumbuh menjadi daerah mampu mengolah potensinya sendiri, menarik investasi, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Perjalanan ke Quanzhou pun menjadi salah satu bagian dari ikhtiar tersebut. Bagi sebagian orang, perjalanan ke luar negeri mungkin hanya sebuah agenda. Namun bagi Cen Sui Lan, perjalanan itu adalah bagian dari perjuangan membangun Natuna.

Bupati Cen Sui Lan berangkat membawa nama Natuna dan ia pulang membawa harapan.

Diantara keduanya, ada satu tekad terus ia pegang mencari setiap peluang, yang mungkin membawa Natuna melangkah lebih jauh menuju daerah mandiri, maju, dan sejahtera.

Karena bagi Cen, membangun Natuna bukan hanya tentang apa yang bisa dikerjakan hari ini, tetapi juga tentang keberanian membuka pintu-pintu baru untuk masa depan masyarakatnya. ( Nard/tim).

Editor : Posman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel