Marzuki Tegaskan Komitmen Perjuangkan Infrastruktur dan Pertanian Desa Pian Tengah Saat Reses di Natuna
By Bernard.S
NATUNA, Infokepri.com – Komitmen memperjuangkan pembangunan kawasan perbatasan kembali ditegaskan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki, S.H., saat melaksanakan agenda reses daerah pemilihan (Dapil) Natuna-Anambas di Desa Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Selasa (11/8/2026).
Reses tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi desa.
Kepala Desa Pian Tengah, Abdullah, mewakili aspirasi masyarakat menyampaikan tiga usulan prioritas yang dinilai mendesak untuk segera mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Usulan pertama adalah pembangunan jalan hotmix menuju Desa Pian Tengah. Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, memperlancar distribusi barang, serta menunjang mobilitas warga sehari-hari.
"Infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian desa. Jika akses jalan baik, hasil pertanian akan lebih mudah dipasarkan, biaya transportasi dapat ditekan, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar," ujar Abdullah.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penataan lingkungan dan pembangunan akses antarpermukiman agar konektivitas antarwilayah di desa semakin baik dan pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh warga.
Tak kalah penting, warga berharap adanya bantuan di sektor pertanian berupa sarana dan prasarana penunjang produksi. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Marzuki menegaskan seluruh usulan masyarakat akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menilai kebutuhan yang disampaikan warga bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan dasar yang harus diwujudkan agar pembangunan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih merata.
"Infrastruktur jalan hotmix, kelanjutan pembangunan gang, hingga intervensi nyata untuk para petani di Pian Tengah bukan sekadar usulan biasa. Ini adalah kebutuhan mendasar rakyat. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Natuna-Anambas, memperjuangkan kawasan perbatasan adalah harga mati," tegas Marzuki.
Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak boleh hanya dipandang dari sisi geografis, tetapi juga harus menjadi prioritas dalam pemerataan pembangunan daerah. Infrastruktur yang memadai akan membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mempercepat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
Marzuki juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterimanya selama reses akan dikawal dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Provinsi Kepri agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan pemerintah daerah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan DPRD terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
Reses DPRD sendiri merupakan agenda konstitusional yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan riil masyarakat diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan, khususnya bagi wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas yang memiliki tantangan pembangunan tersendiri. (Nard).
Editor : Posman



