Bupati Iskandarsyah Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir - Info Kepri .post-body img { display: block; margin: 0 auto; max-width: 100%; height: auto; } -->

Bupati Iskandarsyah Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir

Bupati Iskandarsyah Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir
Bupati Iskandarsyah menyampaikan sambutannya saat membuka  Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO  di Meeting Room Hotel Maximillian.Selasa (13/10) (Foto : James/Infokepri.com)

By James 

KARIMUN, Infokepri.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Karimun menggelar kegiatan Pelatihan Trauma Healing, Manajemen Kasus, serta Pendampingan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) . 

Kegiatan pelatihan tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, pada Selasa (13/10) di Meeting Room Hotel Maximillian.

Dengan digelarnya kegiatan Pelatihan Trauma Healing, Manajemen Kasus, serta Pendampingan TPPO ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas konsultan, pendamping, dan tenaga pelayan masyarakat.
.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam menangani krisis sosial di masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan isu serius seperti TPPO maupun Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada penyelesaian di tingkat hilir.

"Kita harus mengubah paradigma. Penanganan isu-isu sosial seperti TPPO dan KDRT butuh langkah-langkah konkret dan pemahaman masalah secara holistik dari hulu ke hilir. Pencegahan sejak dini melalui penguatan nilai-nilai agama, karakter, dan kasih sayang di dalam keluarga adalah fondasi utamanya," kata Bupati Iskandarsyah.

Menurutnya keberhasilan penanganan masalah sosial dengan visi besar pembangunan daerah, yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).  Ia menyebut bahwa pondasi masa depan Kabupaten Karimun yang lebih baik berakar pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang mencakup tiga pilar utama yakni : pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Bupati Iskandarsyah berharap agar para peserta pelatihan dapat menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat. 

Dengan bekal kemampuan pemulihan trauma (trauma healing) dan manajemen kasus dari pelatih profesional, para pendamping dituntut untuk memberikan layanan yang tidak hanya taktis, tetapi juga sarat akan empati.

"Para pendamping harus mengedepankan prinsip watawa saubil marhamah, saling berpesan untuk berkasih sayang. Hadirkan pelayanan yang sabar, responsif, dan penuh empati bagi masyarakat kita yang sedang membutuhkan perlindungan dan pemulihan," tambahnya.

Rangkaian acara pembukaan ini diakhiri dengan pengetukan palu secara resmi oleh Bupati Ing. H. Iskandarsyah, yang kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembacaan pantun khas Melayu. 

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis kualitas pelayanan publik, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, akan semakin optimal, efektif, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat. (JN)

Editor : Posman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel