Hilang Saat Latihan, Awak KRI Nanggala 402 Dinyatakan Gugur - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Hilang Saat Latihan, Awak KRI Nanggala 402 Dinyatakan Gugur

Seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 telah dinyatakan gugur. Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr.(H.C) Hadi Tjahjanto,
Share it:
Hilang Saat Latihan, Awak KRI Nanggala 402 Dinyatakan Gugur
Kapal Selam
NASIONAL, Infokepri.com -
Seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 telah dinyatakan gugur. Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr.(H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P, setelah sebelumnya KRI Nanggala dinyatakan tenggelam atau subsunk.
 
Terkait hal tersebut, ditindaklanjuti dengan cepat oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, yang sejak hilang kontak berada di lokasi kejadian, dengan mengirimkan Pasukan Khusus dari Satuan Intai Para Amfibi Marinir (Taifib) Korps Marinir TNI AL dan mendirikan Posko Satgas SAR Korps Marinir yang disiapkan di Dermaga Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, (25/4).
 
Komandan Korps Marinir mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini telah menyiapkan prajurit terbaiknya untuk keperluan proses evakuasi para prajurit TNI AL yang gugur pasca tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Utara Bali.
 
Lanjut Dankormar bahwa pihaknya sudah menyiagakan 28 Personel terbaik serta peralatan pendukung untuk mengevakuasi para Prajurit KRI Nanggala 402 yang gugur dan akan terus melakukan koordinasi guna kepentingan tindak lanjut dari kegiatan evakuasi tersebut.
 
"Tak lupa, Saya Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono Selaku Komandan Korps Marinir beserta seluruh Parjurit menyampaikan  rasa duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya seluruh Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402," kata orang nomor satu di jajaran Korps Baret Ungu tersebut. 
 
Hilang Saat Latihan, Awak KRI Nanggala 402 Dinyatakan Gugur
Panglima TNI
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP menyampaikan bahwa telah diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian KRI Nanggala-402 meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal (MK-11).
 
"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," katanya. terkait perkembangan KRI Nanggala-402, bertempat di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar-Bali (25/4).
 
Panglima TNI melanjutkan bahwa Tim Satgas SAR telah mengerahkan seluruh kemampuan sejak Sabtu (24/4) malam untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala. Kemudian KRI Rigel melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi menggunakan magnetometer, sehingga dapat menghasilkan citra bawah air yang lebih detail.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan "atas nama seluruh prajurit dan keluarga besar TNI, saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur. Semoga Tuhan Yang Maha Besar memberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan. Rasa duka cita tersebut juga kami tujukan kepada seluruh keluarga besar Hiu Kencana pada khususnya, serta seluruh keluarga besar TNI Angkatan Laut pada umumnya," katanya.
 
Panglima TNI juga mengatakan bahwa 53 personel awak KRI Nanggala-402  akan diberi kenaikan pangkat. "Kita akan memberikan suatu penghargaan kepada para prajurit Hiu Kencana Nanggala-402 dan itu akan kami ajukan secara berjenjang kepada Bapak Presiden RI yaitu berupa kenaikan pangkat dan segera akan kita proses," pungkasnya.
 
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad, SIP, menyampaikan bahwa KRI Nanggala 402 milik TNI AL hilang kontak di Perairan Utara Pulau Bali saat sedang melaksanakan latihan penembakan torpedo, pada hari Rabu (21/4). Posisi terakhir diperkirakan 60 mil atau 95 kilometer di utara Pulau Bali.
 
Lanjutnya, menjelaskan bahwa kronologis hilang kontak  KRI Nanggala 401:
Pada pukul 03.46 WITA, KRI Nanggala 402 melaksanakan penyelaman,
Pada pukul 04.00 WITA, melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8, yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala 402,
Pada pukul 04.25 WITA, saat Komandan Gugus Tugas Latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan KRI Nanggala 402 sudah terputus.
 
Alutsista dalam operasi pencarian KRI Nanggala 402 terdiri dari 5 KRI yaitu KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan 1 helikopter TNI AL Helly Panther.
 
"TNI juga mengerahkan KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survey hydro oseanografi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air," katanya di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, (22/4). (Puspen TNI/AP)
Share it:

Nasional

Post A Comment: