Dirut PLN dan Ketua Perwakilan ORI Kepri, Jelaskan Persoalan Listrik di Batam - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Dirut PLN dan Ketua Perwakilan ORI Kepri, Jelaskan Persoalan Listrik di Batam

Dirut PLN dan Ketua Perwakilan ORI Kepri, Jelaskan Persoalan Listrik di Batam
Kepala Perwakilan ORI Kepri dan Dirut PLN bright Batam

BATAM, Infokepri.com - Direktur Utama Pelayanan Listrik Nasional (PLN) bright Batam, Nyoman S, Astawa mengatakan bahwa terkait tera ulang meteran listrik berlaku di seluruh Indonesia. Sama seperti di PLN Persero/Pusat.

Karena ketidakmampuan dari metrologi, dimana saat ini ada sekitar 430 ribu meteran aktif. Kalau di tera ulang 10 persen, maka harus ada sekitar 34 ribu yang harus di tera ulang.

"Dari sisi kebijakan PLN Batam, kalau ada pelanggan yang merasa bahwa meteran itu tidak sesuaai bisa kita ukur bersama. Kalau pengukurannya tidak benar, maka kita akan kasih kompensasi," terangnya.

Berikutnya, ia menyampaikan bahwa dimasa pandemi, pihaknya ada kebijakan, dengan pemutusan sementara untuk pelanggan bisnis  yang usahanya tutup sementara. Dan pada saat pandemi berakhir, untuk menyambung kembali listrik tidak perlu bayar apa-apa.

"Selanjutnya, program turun daya sementara, dimana usaha mereka mengalami penurunan pendapatan. Jadi, kami memahami kondisi pelangggan, masyarakat di sekitar kami," tutupnya didampingi Direktur Keuangan serta jajaran PLN bright Batam.

Hal tersebut, disampaikannya usai mengadakan Rapat Koordinasi (Rakoor). bersama Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia  (ORI), Kepri di Kantor ORI Kepri, Batam Centre - Batam, (26/8).

Baca Juga:

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan ORI Kepri, Dr.Lagat Parroha Patar Siadari, SE, MH mengatakan dalam Rakor PLN bright minta masukan jika ada keluhan dari masyarakat bagaimana harus menyikapinya.

Terkait tarif, sesuai Pergub Kepri. Sebenarnya tarif listrik brigt Batam lebih murah dibandingkan dengan Persero, Kawasan Industri di Batam (Batam, dan lainnya). "PLN bright Batam, per-kWh itu Rp 1.250," terangnya. 

"Berikutnya, tingginya keluhan terhadap meteran listrik isi ulang/token, tahun ini mereka kembalikan ke meteran konvesional/pasca bayar/bulan, karena kata mereka rugi kalau pakai meteran yang token/voucher," ungkapnya.

Selanjutnya, seperti pembangunan Tower/tiang listrik, serta untuk distribusi listrik, pihak PLN bright minta dukungan.

"Ya, kita dukung. Permasalahan tower ini, kan sudah lama prosesnya, PLN bright menang dan warga di sekitar pembangunan tower mengajukan kasasi," jelasnya.

"Saya kira ini memakan waktu. Artinya masyarakat tidak boleh, kan ini kepetingan masyarakat juga, kalau di halangi terhambat pembangunan. Mudah-mudahan tidak ada masalah. Harapan PLN meningkatkan terus pelayanan baik kualitas maupun kuantitas," tutupnya. (AP)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel