Isu Maritim di Kepri, Limbah Minyak Hitam dari Laut Lepas - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Popular Posts

Technology

Isu Maritim di Kepri, Limbah Minyak Hitam dari Laut Lepas

Pelatihan wartawan perbatasan yang digelar oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN 'Veteran' Yogyakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar.
Share it:

Isu Maritim di Kepri, Limbah Minyak Hitam dari Laut Lepas
Dr.Susilastuti dan Saibansah Dardani S.Ag

BATAM, infokepri.com - Pelatihan wartawan perbatasan yang digelar oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN 'Veteran' Yogyakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia. Pers Zona-1 mulai melakukan kegiatan liputan kolaboratif.

Terkait hal itu, Koordinator Jurnalis Maritim Wilayah Kepri, Saibansah Dardani S.Ag menyampaikan bahwa Zona-1 terdapat 50 wartawan sebagai peserta "In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan" yang digelar secara zoom selama dua hari, Senin-Selasa (20-22/9/21).

Kegiatan tersebut, digelar dalam tiga zona. Yaitu, Zona-1 Batam-Tanjung Pinang. Zona-2 Karimun-Lingga, Rabu-Kamis (22-23/9/2021). Dan Zona-3 Anambas-Natuna (27-28/9/2021).

"Usai pelatihan, peserta langsung melakukan liputan kolaboratif, selama sepekan dan dimulai hari ini," terangnya, (22/9/21).

Lanjutnya, dalam liputan berkedalaman (indepth reporting), wartawan akan mengangkat berbagai isu maritim yang terjadi di Provinsi Kepri.

"Isu maritim diantaranya, mengenai limbah minyak hitam dari laut lepas yang setiap tahun mencemari pantai di kawasan Bintan dan daerah lain di Kepri," pungkasnya.

Baca Juga:

Berikut, daftar pemateri selama pelatihan "In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan", diantaranya:
Dr.Susilastuti (Kode Etik Jurnalistik).
Drs.Arif Wibawa (Teknik Wawancara).
Dr.Nicolaus Loy, MA (Isu Security Maritim).
Dr.Agung Prabowo (Jurnalisme Data).
Saibansah Dardani, S.Ag (Teknik Liputan Berkedalaman)
Dewan Pers, Agus Sudibyo (Pers dan Liputan Isu Perbatasan Negara).

Dalam liputan kolaboratif, para peserta pelatihan zona-1 dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap dua kelompok akan didampingi oleh seorang fasilitator (Panji Dwi Arsianto, Sika Nur Indah, Khuswatun Khasanah, Senja Yustisia dan Kurnia Arofah) dari UPN 'Veteran' Yogyakarta yang berlatar belakang wartawan.

Peserta Zona-I
Berikutnya, Direktur LPKW UPN 'Veteran' Yogyakarta, Dr.Susilastuti menyampaikan bahwa setelah peserta mendapat berbagai materi mengenai keamanan maritim, jurnalisme data, teknik wawancara, kode etik jurnalistik dan teknik liputan berkedalaman, selanjutnya memulai tugas liputan kolaboratif yang dibagi perkelompok.

"Para fasilitator, akan membimbing para peserta agar liputan mereka lebih fokus dan memenuhi standar liputan berkedalaman, sebelum nantinya karya-karya mereka itu akan dipublikasikan di media mereka masing-masing lalu dibukukan," terangnya.

Sebelumnya, pada sesi pembukaan di hari pertama (20/9), Konsul dan Pejabat Utama Konsulat Amerika Serikat (AS) Medan, Gordon S. Church menyampaikan bahwa pihaknya sangat menghargai dan menghormati peran pers dalam mengawal kedamaian di Laut Natuan -indonesia/China Selatan.

Tentu saja, melalui karya-karya jurnalistik yang mereka hasilkan. Untuk itu, ia pun tak sabar ingin membaca karya jurnalistik para wartawan perbatasan Kepri. (AP)

Share it:

Batam

kepri

Post A Comment: