Ribuan Ulat Api Menyerang Perkebunan Warga di Desa Pelambung Tebing Karimun - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Ribuan Ulat Api Menyerang Perkebunan Warga di Desa Pelambung Tebing Karimun

Ribuan Ulat Api Menyerang Perkebunan Warga di Desa Pelambung Tebing Karimun
Ulat api di pohon mangga milik warga RT 002/ RW 001 Pelambung, Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Selasa, (22/5/2024) (Pri /Infokepri.com)

By Pri

KARIMUN, Infokepri.com - Ribuan ulat api menyerang tanaman perkebunan milik warga RT 002/ RW 001 Pelambung, Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Selasa, (22/5/2024).

Ulat-ulat itu bermunculan sejak tiga bulan lalu, dan telah merusak puluhan tanaman milik warga di lokasi tersebut.

Yani, Warga Pelambung mengatakan, serangan wabah ulat api itu baru disadari pertama kali ketika melihat daun-daun pohon kelapa yang berada di sekitar rumah rusak.

"Saya heran melihat daun-daun pohon kelapa banyak yang kering dan rusak. Saat dicek, ternyata banyak ulat api," kata Yani ditemui dirumahnya, Rabu, (22/5/2024).

Ia mengatakan, ulat-ulat itu mulai muncul pada bulan Maret lalu dan terus mengalami penambahan hingga jumlahnya semakin banyak.

"Pohon-pohon kelapa itu habis semuanya dimakan ulat. Selain pohon kelapa, ulat-ulat itu juga mulai menyerang pohon mangga dan pohon jambu milik warga," ucapnya

Terkait wabah ulat api ini, katanya, Pemerintah Desa telah turun ke lokasi untuk melihat keadaannya. Namun belum diketahui, langkah apa yang akan dilakukan untuk mengurangi populasi ulat-ulat tersebut.

" Sudah pernah dilakukan pengasapan, tetapi hanya mengurangi saja, dan akhir-akhir ini populasinya semakin banyak," ucapnya.

Ia berharap, serangan wabah ulat api ini segera dapat ditangani oleh Pemerintah Daerah, karena dikhawatirkan ulat-ulat itu terus bertambah dan akan menyerang rumah warga.

" Ulat-ulat ini kalau tidak disapu pasti masuk ke rumah. Kami harap pemerintah membantu untuk membasmi ulat agar tidak menyebar lagi, karena takut kena anak-anak dan masuk ke dalam rumah," terangnya.

Terpisah, Kadis Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Sukriyanto Jaya Putra mengatakan, terkait penanganan wabah ulat api itu, pihaknya bersama Pemerintah Desa telah turun ke lapangan untuk melakukan observasi. Dimana, hasil observasi itu nantinya akan dibawa ke dalam rapat untuk dicarikan solusi penanganannya.

"Sebenarnya sudah dilakukan langkah penanganan dengan dilakukan pengasapan, namun itu hanya mengurangi populasinya aja. Beberapa hari ini, jumlahnya semakin banyak, sehingga kami menurunkan tim ke lapangan untuk langkah penanganan lainnya," kata Sukri saat ditemui sejumlah awak media di Karimun, Rabu (22/5/2024).

Sukri mengatakan, pihaknya masih akan mempertimbangkan untuk dilakukan langkah penyemprotan menggunakan racun kimia, tetapi karena penggunaan bahan kimia sangat berbahaya sehingga harus melalui kajian yang panjang.

"Karena bahan kimia berbahaya, jadi tidak sembarangan. Kita lihat hasik rapat koordinasi siang ini antara Pemerintah Desa dan Tim dari Dispantan, tekait bagaimana solusinya," kata Sukri. (Pri)

Editor : P Sipayung

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel