Satukan Langkah Strategis SPPG, Rakor Program MBG dan Pembaharuan MOU Tahun 2026 di Karimun Digelar
![]() |
| Wabup Rocky usai Rakor Program MBG dan pembaharuan MoU Tahun 2026 di Gedung Nilam Sari Kantor Bupati Karimun, Kamis (15/1/2026) (Foto Ist/Infokepri.com). |
KARIMUN, Infokepri.com – Untuk mengambil langkah strategis dalam pemerataan penyerapan penerima manfaat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembaharuan MoU Tahun 2026.
Rakor yang dilaksanakan di Gedung Nilam Sari Kantor Bupati Karimun, dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole yang juga sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Karimun, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Karimun.
Wabup Rocky mengatakan Rakor dan pembaharuan MoU Tahun 2026 ini, dilakukan dengan memonitoring dan mengevaluasi program MBG yang disesuaikan petunjuk teknis (Juknis) BGN Kabupaten Karimun.
Ia mengatakan sejak dimulainya program MBG di Karimun, sudah 29 dapur yang mendapatkan izin operasional. Dari jumlah tersebut, 22 dapur sudah aktif beroperasi dan 7 lagi masih dalam proses pembangunan dengan total jumlah penerima manfaat mencapai 65.000 orang.
“ Tujuan dari Rakor dan pembaharuan MoU ini adalah pemerataan penyerapan penerima manfaat di SPPG,” kata Wabup Karimun, Kamis (15/1/2026).
Selama ini, lanjutnya, terdapat ketimpangan distribusi di mana ada dapur yang melayani 3.000 penerima manfaat, bahkan ada yang lebih dari 5.000 orang.
"Dengan adanya juknis baru dari BGN yang dinilai semakin menyempurnakan program, diharapkan nantinya beban tersebut dibagi rata kepada 27 dapur yang sudah beroperasi dengan kisaran 2.000 hingga 2.500 penerima manfaat per dapur." katanya.
Mengenai menu yang dikeluhkan oleh masyarakat, Wabup Rocky menjelaskan bahwa kendala yang dialami menyangkut bahan baku yang sulit didapatkan karena masih bergantung dari Batam. Namun, pihaknya berkomitmen untuk mencari solusi agar menu yang disajikan tidak monoton.
“Kendala ini akan segera kita cari jalan keluarnya sehingga telur yang menjadi menu utama bagaimana caranya supaya menu yang menjadi harapan penerima manfaat seperti siswa pengennya ayam setiap hari bisa terwujud,” kata Wabup Rocky.
Ke depan, cakupan penerima manfaat akan terus ditambah. Rocky memastikan bahwa guru yang sebelumnya belum menerima program ini sekarang akan mendapatkannya, begitu juga dengan para lansia di Kabupaten Karimun.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda ketika ditanya terkait adanya siswa yang keracunan beberapa bulan yang lalu, ia mengatakan bahwa pihaknya telah meminta agar dapur tersebut direnovasi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BGN.
“ Saat ini dapur tersebut belum beroperasi, jika dapur tersebut telah memenuhi standar sesuai dengan yang ditetapkan oleh BGN dan semua unsur sudah terpenuhi, seperti STLS, sertifikat koki dan kelayakan air, maka MBG mengizinkan dapur tersebut untuk beroperasi kembali,” katanya. (JN)
Editor : Posman

%20WhatsApp.png)
