Buntut Pembacokan Patrol Sahur di Gresik, Rumah Terduga Pelaku Dibakar - Info Kepri .post-body img { display: block; margin: 0 auto; max-width: 100%; height: auto; } -->

 

Buntut Pembacokan Patrol Sahur di Gresik, Rumah Terduga Pelaku Dibakar

 

Rumah terduga pelaku pembacokan patrol sahur dibakar massa yang marah (Foto: detik.com)

Editor By : Ismanto

LAMONGAN, Infokepri.com - Peristiwa pembacokan saat patrol sahur di Kecamatan Panceng, Gresik yang mengakibatkan 2 korban luka berbuntut panjang Jumat (27/8). Puluhan orang yang tak terima melakukan sweeping dan mencari pelaku keesokan harinya.

Karena tak menemukan pelaku, puluhan orang lantas melampiaskan dengan membakar rumah yang diduga milik pelaku pembacokan. Rumah tersebut diketahui berada di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran.

Mereka datang secara berkelompok dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di lokasi, mereka langsung turun dan merusak bagian bangunan serta menghancurkan berbagai perabotan di dalam rumah.

Tak hanya itu, sepeda motor milik korban dibawa keluar lalu dibakar. Sebuah mobil mewah yang berada di dalam garasi juga dirusak hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Warga sekitar yang saat itu sedang sahur mengetahui kejadian tersebut. Warga yang mengetahui tak kuasa menghentikan karena jumlah massa.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid membenarkan pembakaran rumah tersebut. Hingga kini rumah yang dibakar masih dijaga sejumlah personel Polsek Paciran bersama Polres Lamongan

"Benar, semalam ada laporan kejadian diatas dan anggota kami dari Polsek Paciran langsung turun ke lokasi bersama masyarakat membantu memadamkan api dan selanjutnya melakukan olah TKP sebagai bagian dari proses penyelidikan," kata M Hamzaid, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Hamzaid, saat dibakar, rumah dalam kondisi kosong. Meski demikian, kendaraan roda 4 dan 2 serta perabot rumah hangus terbakar. Rumah tersebut juga kini telah dipasang garis polisi.

Ditanya apakah pembakaran rumah terkait pembacokan patrol sahur? Hamzaid menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih mendalami motif kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Saat ini anggota juga masih melakukan penjagaan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan patrol sahur yang dilakukan para pemuda di Kecamatan Panceng, Gresik, berujung tawuran pemuda antardesa. Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun detikJatim, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di Desa Campurejo, tepatnya di depan sebuah tempat billiard dan kafe. Tawuran melibatkan kelompok pemuda dari Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.

Kejadian bermula saat rombongan pemuda Campurejo melakukan kegiatan patrol sahur dan berpapasan dengan pemuda dari Desa Banyutengah. Saat bertemu, keduanya saling lempar bom air dan memanas setelah terjadi adu mulut di antara kedua kelompok.

Para pemuda Desa Campurejo, sempat mundur dan meninggalkan lokasi. Namun, tak terima kalah cekcok mulut, Kelompok pemuda Desa Banyutengah mendatangi para pemuda Desa Campurejo.

Saat di lokasi kejadian, keduanya terlibat tawuran. Di tengah kericuhan, salah satu pemuda Desa Banyutengah, mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Desa Campurejo.

Akibat kejadian itu, dua pemuda Desa Campurejo bernama Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka bacok. Wahyu Agung Pratama dilarikan ke RS Ibnu Sina lantaran mengalami luka di bagian perut sementara Moh. Ruhul Madani menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.


Sumber : detik.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel