Harmoni Budaya di Lantai Samudra, Natuna Rayakan Kekayaan Budaya Melayu
By Bernard.S.
NATUNA, Infokepri.com - Nuansa budaya Melayu Kepulauan Riau mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Natuna ke-27 tahun 2026.
Melalui pawai budaya bertema “Harmoni Budaya di Lantai Samudra”, masyarakat diajak untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Melayu yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Natuna.
Pawai budaya tersebut dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, dari simpang tiga Lapangan Sepak Bola Ranai, pada Minggu (11/10). Para peserta selanjutnya bergerak menuju garis finis di Alun-alun Pantai Piwang Ranai.
Sebanyak 23 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Masing-masing menampilkan kekayaan budaya Melayu Kepulauan Riau melalui penampilan yang telah dipersiapkan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Natuna.
Sepanjang rute pawai, para peserta memperagakan penampilan terbaik mereka sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi dan kebudayaan Melayu. Setiap penampilan juga menjadi bagian dari penilaian dewan juri yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Pawai budaya ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda. Tradisi, adat istiadat, serta identitas masyarakat Melayu di Kepulauan Riau merupakan warisan yang perlu dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Di tengah perkembangan zaman, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga akar budaya sekaligus meneruskannya kepada generasi penerus.
Setibanya di Alun-alun Pantai Piwang Ranai, para peserta pawai budaya dijadwalkan disambut oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya daerah.
Tema “Harmoni Budaya di Lantai Samudra” menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Natuna dengan kehidupan maritim serta tradisi Melayu yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagai daerah kepulauan di ujung utara Indonesia,
Natuna memiliki hubungan yang kuat dengan laut, yang turut membentuk kehidupan sosial, adat istiadat, dan kebudayaan masyarakatnya.
Melalui pawai budaya dalam rangka HUT ke-27 ini, semangat pelestarian budaya Melayu Kepulauan Riau diharapkan terus tumbuh, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan hari jadi Kabupaten Natuna pun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan identitas budaya Melayu sebagai salah satu kekayaan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Nard).
Editor : Posman



