Redaksi dan Pemasaran Telp (0812)70197866,| Email: paruliankepri@yahoo.com
» » » » Wawako Batam Membuka Rakerda DPD REI Khusus Batam Tahun 2018



BATAM,Infokepri.com  - DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun  2018 di Nagoya Hill Hotel, Nagoya, Batam, Selasa, (10/04/2018). DPD REI Khusus Batam pada Rakerda tahun ini mengambil thema “Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Batam 7%  dalam 2 Tahun ini.

Rakerda ini juga dihadiri oleh Ketua Umum REI Pusat, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, DPRD Provinsi Kepri, Ketua Kadin Kota Batam, beserta Stackholder terkait dan tamu undangan lainnya.

“ Rakerda DPD REI Khusus Batam tahun 2018 ini, dilaksanakan untuk mengevaluasi, memperbaiki, sekaligus menyusun rencana kerja untuk memacu pertumbuhan property satu tahun kedepan,” kata Ketua DPD REI Khusus  Batam, Achyar Arfan saat menyampaikan kata sambutannya

Ia mengatakan Batam adalah salah satu pusat perekonomian di Indonesia yang di istimewakan dengan adanya Free Trade Zone (FTZ).

"Kami yang tergabung dalam salah satu organisasi yang terbesar di Indonesia, betul-betul yakin dengan kolaborasi BP Batam dan Pemko Batam akan kembali bangkit menjadai raksasa perekonomikan nasional," paparnya.

Menurutnya, Kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Selain itu dengan terdapat banyaknya persyaratan dalam memperoleh Ijin Peralihan Hak (IPH) dapat kiranya dipermudah karena hal tersebut merupakan penentu dan sangat penting.

"Dengan memangkas 17 persyaratan menjadi 3 persayaratan untuk memperoleh IPH, sebelum kita melakukan penjualan dan lainnya. Karena IPH ini sangat vital, agar kiranya dapat diterapkan" ungkap Ketua DPD REI Khusus Batam.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan, BP Batam sangat menentukan pertumbuhan property di kota Batam.

" Dalam kurun waktu 2 tahun ini kita menargetkan pertumbuhan perekonomian kota Batam sebesar  7%  tentu peranan REI sangat penting, ini tidak mudah seperti yang terjadi dimasa lalu. Untuk itu mengenai IPH dan kemudahan-kemudahan lainnya. Saya menyampaikan bahwa besok bisa dilaksanakan," pungkasnya.

Selain Industri dan Parawisata,  sector Property  sangat mempengaruhi perrtumbuhan  perekonomian kota Batam dan dengan adanya Mall Pelayanan Publik tidak ada alasan lagi untuk menghambat pelayanan demi pertumbuhan ekonomi.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad mengatakan pertumbuhan perekonomian kota Batam saat ini hanya sebesar 2.3% , untuk  meningkatkannya hingga 7%  dibutuhkan kerja ekstra dengan memiliki program kerja,  strategi dan kebijakan yang mantap.

Selain itu, dengan adanya program 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat, melalui program tersebut dapat kiranya REI bisa mengatasi pemukiman liar/rumah liar yang tersebar di 9 kecamatan dan 40 kelurahan di wilayah Kota Batam.

"Harapan saya melalui Raperda ini dapat terealisasi, serta anggota yang degil terkait drainase, dan lainnya, yang tidak ditata sedemikian rupa sehingga menyebabkan banjir dan longsor diharapkan kembali ke jalan yang lurus," tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemukulan Gong oleh Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad sebagai tanda dibukanya Raperda DPD REI Khusus  Batam 2018, dan penyerahan cenderamata serta sesi foto bersama.

(AP/Pay)

About Redaksi News

Info Kepri Memberitakan Dengan Akurat dan Terpercaya.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Terima kasih atas Kunjungan Anda