Plt Gubernur Kepri Optimis Pandemi Covid-19 Segera Berakhir - Info Kepri -->
Trending News
Loading...

Plt Gubernur Kepri Optimis Pandemi Covid-19 Segera Berakhir


TANJUNGPINANG, Infokepri.com - Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto merasa optimistis pandemi Corona Virus Disease (Covid-19)  segera berakhir jika seluruh masyarakat kompak untuk memutus rantai penularan.
 
“Butuh kesadaran bersama menjalankan imbauan pemerintah, melaksanakan protokol kesehatan agar rantai penularan Covid-19 terputus,” kata Isdianto, Senin (20/4/2020).
 
Plt Gubernur Kepri menghimbau seluruh masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Hal itu harus dilakukan agar terhindar dari penularan.
 
Selain itu, masyarakat juga harus menjaga jarak sekitar 2-3 meter agar tidak tertular ketika berinteraksi.
 
“Rajin-rajin mencuci tangan dengan air bersih dengan sabun ketika di rumah maupun di luar rumah,” ucapnya.
 
Isdianto juga mengingatkan untuk tetap di rumah. Jika tidak ada urusan yang penting, sebaiknya beraktivitas di rumah. Rumah adalah tempat yang aman dari virus ini.
 
“Jila kebijakan pemerintah dijalankan semua komponen masyarakat, Insya Allah ini cepat berakhir. Kita tahu Presiden yakin akhir tahun ini wabah ini berakhir, tapi kita berharap di Kepri lebih cepat lagi. Tapi perlu dukungan dan kesadaran kumulatif warga,” kata Isdianto.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kepri, hingga hari ini, jumlah pasien postif Covid-19 di wilayah itu sudah mencapai 44 orang. Sejak pasien positif di Kepri pada 17 Maret lalu terjadi peningkatan yang signifikan.
 
“Sampai satu bulan kemudian, tepatnya pada 17 April ini, pasien positif covid19 sampai berjumlah 44 orang,” tuturnya.
 
Saat ini, kata dia penularan mulai terjadi dalam transmisi lokal. Awal-awalnya, pasien positif punya riwayat perjalanan dari daerah terdampak, baik Malaysia maupun Jakarta.
 
Dari 44 pasien positif itu, 26 di antaranya berada di Batam. Ada 17 pasien positif di Tanjungpinang dan satu di Karimun. Dari jumlah itu, lima di antaranya sudah sembuh, yaitu pasien pertama di Tanjungpinang, pasien di Karimun dan tiga lagi pasien di Tanjungpinang. (Red)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel