Kapolri dan Menteri Perdagangan RI Tinjua Pabrik Migor, Ini Hasilnya - Info Kepri -->
Trending News
Loading...
Kapolri dan Menteri Perdagangan RI Tinjua Pabrik Migor, Ini Hasilnya

Kapolri dan Menteri Perdagangan RI Tinjua Pabrik Migor, Ini Hasilnya

Kapolri dan Menteri Perdagangan RI Tinjua Pabrik Migor, Ini Hasilnya
Suasana Kegiatan

NASIONAL, Infokepri.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bersama Menteri Perdagangan RI, meninjau langsung pabrik Minyak goreng (Migor), untuk memastikan ketersediaan hingga produksi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kedepannya, akan melakukan peninjauan secara langsung ke pabrik-pabrik minyak goreng lainnya untuk memastikan ketersediaan stok hingga harga penjualan minyak goreng dipasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yakni Rp 14.000/liter.

"Saya akan melaksanakan pengecekan lagi ke wilayah lain, untuk memastikan sebenarnya kebijakan terkait DMO sudah berjalan dari pabrik minyak goreng sendiri. Khususnya menjual sampai dengan pasar dengan harga Rp 14.000, sesuai dengan apa yang ditetapkan Pemerintah," kata, Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo, di PT. Bina Karya Prima di Cilincing, Jakarta Utara, (15/3).

Suasana Kegiatan
Lanjut Kapolri menyampaikan bahwa pengecekan ke pabrik-pabrik lainnya kedepan, juga bertujuan untuk melihat apa yang menjadi penyebab masih diketemukannya harga minyak goreng yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

"Tentu ada hal yang nanti akan kita luruskan dan cek juga ke pabrik-pabrik lain. Apakah ada pabrik lain yang produksinya menurun ataukah ada yang tidak produksi sama sekali atau tetap normal. Menjadi catatan kita untuk melakukan pengecekan di tempat lain, terkait dengan adanya perbedaan harga yang terjadi di pasar," tutupnya.

Di tempat yang sama Menteri Perdagangan RI, menyatakan pihaknya bersama dengan jajaran kepolisian akan bersinergi memutus praktik-praktik mafia minyak goreng yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. 

"Dalam 28 hari terakhir sudah terkumpul lebih dari 500 juta liter minyak goreng yang ada di masyarakat. Tapi keadaannya, meskipun barang ada, harganya belum sesuai," ungkapnya. 

"Dan sekarang ini kita juga masih melihat kemungkinan karena tingginya harga dunia sebabkan orang-orang yang sebelumnya tidak berpikir berbuat curang, bisa-bisa berbuat curang. Ini sedang kita cek, kita mau peringatkan terutama bagi mafia-mafia minyak goreng yang berusaha untuk dapatkan keuntungan sesaat, kita datang dan tertibkan, kita sikat bersama," tutup Muhammad Lutfi. (rdk)

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel