Yamin Warga Desa Mepar Dikabarkan Hilang Saat Menjaring Udang di Perairan Pulau Badas Mepar - Info Kepri

Info Kepri

Info Kepri

Search This Blog

Total Pageviews

Popular Posts

Follow by Email

Technology

Yamin Warga Desa Mepar Dikabarkan Hilang Saat Menjaring Udang di Perairan Pulau Badas Mepar

Wakil Bupati Lingga, M Nizar, Nasrun alias Yamin (38) warga desa Mepar Kecamatan Lingga, hilang, laut Pulau Badas Mepar
Share it:


LINGGA, Infokepri.com  -Nasrun alias Yamin (38) warga desa Mepar Kecamatan Lingga dinyatakan hilang oleh para nelayan, ketika pompong dan jaring udang miliknya terombang-ambing di laut Pulau Badas Mepar yang merupakan area para nelayan setempat mencari rezeki.

Pria kelahiran Desa Mepar tersebut kesehariannya bekerja sebagai nelayan udang bersama dengan nelayan-nelayan lainnya yang ada di pulau penghasil ikan tamban. 

Informasi beredar, Sabtu (8/8/2020) Pukul 05.00 WIB, nelayan Mepar ramai-ramai pergi ke laut menjaring udang, termasuk Yamen juga pergi mencari rezeki di laut Badas yang tidak begitu jauh dari Pulau Mepar.

Meski saat ini masih musim angin Selatan, namun pagi itu angin tidak begitu kencang, tapi alun laut masih ada, setelah satu jam berlalu masing-masing nelayan melihat pompong milik Yamin masih terombang-ambing tapi tidak ada orangnya.

Jamalul Pauwais  selaku Kapten Speed BPBD Lingga yang ikut mencari keberadaan Yamin di Laut Badas membenarkan kalau Yamen belum ditemukan, sekarang masyarakat nelayan bahkan, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar ikut mencari bersama speed yang di bawanya.

"Memang di musim sekarang masyarakat Mepar banyak menjaring udang, dan turun pada pukul 05.00 WIB. Sebelumnya para nelayan melihat saja, kalau pompong Yamen masih terombang-ambing, teman-temannya mengira kalau Yamen tertidur di pompong," kata pria yang akrab di sapa Bang Pau, juga merupakan pria kelahiran Desa Mepar, Sabtu (08/08/2020).

Ceritanya, pagi itu, setiap teman-teman Yamen melintasi area tempat dia memasang jaring, memanggil karena pompongnya saja yang ada dengan jaring masih terurai antara laut dan pompong, sedangkan pemilik tidak kelihatan.

"Melihat kondisi pompong dan jaring milik Yamen masih ada dan orangnya tidak kelihatan, maka salah satu dari nelayan yang ramai di laut menghampiri, alangkah kagetnya karena pompong tidak ada orangnya," ungkap Pau lagi.

Dilihat Yamen tidak ada di pompong, maka di beri tahulah pada nelayan-nelayan lainnya yang juga menjaring udang di area biasa masyarakat beramai-ramai mengadu nasib di area Pulau Badas.

"Dapat kabar itu, seluruh nelayan Mepar yang ada di laut melakukan pencarian, dengan mengitari seputaran laut antara Pulau Mepar dan Pulau Kelompok, namun sampai saat ini belum di temukan," kata pria yang mengaku kenal baik dengan Yamen.

Hilangnya nelayan udang Pulau Mepar, banyak pihak yang ikut mencari, termasuk Wakil Bupati Lingga, BPBD, Basarnas, Camat Lingga, Satpol PP, para nelayan dan banyak lagi yang ikut mencari keberadaan Yamen yang memiliki 2 orang anak itu.

"Menjelang shalat Zuhur, saya bersama rombongan Pak Wakil Bupati Lingga merapat ke Pulau Mepar, sebab kondisi angin sedikit kencang. Dan beliau (Wakil Bupati) akan melanjutkan lagi pencarian bersama BPBD," terang pria yang senang bergaul ini.

Pau juga mengaku, Yamen merupakan pria yang baik tidak ada musuh, bahkan beliau juga kerap kerumahnya sambil berbagi cerita. Setahunya, Yamen tidak memiliki riwayat penyakit, bahkan beliau juga pandai berenang.

"Kalau perkiraan banyak orang, Yamen terjatuh dari pompong, sebab mesin pompong masih nyala, dan jaring udang miliknya belum selesai di pasang. Seorang pompong yang baru saja di pakainya dan jaring milik Yamen sudah di bawa ke Pulau Mepar. Pencarian terus akan di lakukan," pungkasnya.(syaf)


Share it:

Lingga

Post A Comment: